Page 57 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 57

BURUH SUMATRA UTARA MENUNTUT UPAH LAYAK 2022

              Gabungan sembilan serikat pekerja di Sumatra Utara direncanakan kembali menggelar aksi unjuk
              rasa  pada  Rabu  (10/11)  terkait  dengan  permintaan  kenaikan  Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)
              Sumatra Utara 2022.

              Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatra Utara
              Willy Agus Utomo mengatakan Sumut adalah salah satu provinsi yang tidak menaikkan UMP
              pada 2021.

              Oleh karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk menaikkan UMP tahun depan berkisar
              7%—20% dengan mempertimbangkan kebutuhan buruh yang kian meningkat.

              “Kami harap Edy punya hati sedikit saja untuk buruh,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (2/11).

              Dijelaskan  oleh  Willy  bahwa  UMP  Sumut  kian  tertinggal  dibandingkan  dengan  provinsi  lain,
              padahal Upah Minimum Kota (UMK) Medan dan UMP DKI Jakarta nyaris sama sekitar 10 tahun
              lalu.

              Dia mengultimatum Pemprov Sumut agar dalam pembahasan upah untuk menetapkan UMP yang
              layak bagi buruh. Buruh juga akan menggugat pihak terkait ke ranah hukum karena diduga
              menetapkan UMP secara asal.

              Sebelumnya, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengatakan penetapan UMP Sumatra
              Utara 2022 masih dibahas dengan mem-per-timbangkan berbagai faktor di antaranya inflasi,
              pendapatan daerah, dan pertumbuhan ekonomi.

              “Nanti, sedang dihitung. Itu ada hitungannya, ada hitungan pendapatan daerah, dihadapkan
              pada inflasi, pertumbuhan ekonomi. Itu nanti dihitung dulu, bukan main sembarangan saja,”
              katanya di rumah dinas Gubernur Sumut di Medan, Senin (1/11).

              UMP 2022 dibahas oleh dewan peng-upahan yang selanjutnya ditetapkan oleh gubernur. Edy
              menegaskan  bahwa  UMP  yang  nantinya  ditetapkan  oleh  gubernur  merupakan  pilihan  yang
              terbaik dan hasil keputusan bersama.

              “Tetapi  tak  bisa  juga  pengusaha  ini  mempertahankan  pendapatnya,  para  pekerja  pun
              mempertahankan pendapatnya, ini harus sinkron, sehingga menjadi harmonis,” katanya.
              Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI Sumatra Utara Tony Rickson Silalahi mengatakan
              bahwa harga kebutuhan pokok kini sudah kembali mengalami kenaikan.

              Di  sisi  lain,  upah  buruh  tidak  mengalami  peningkatan  untuk  mengimbanginya.  Hal  ini
              mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.

              “Daya  beli  menurun  karena  upah  tahun  ini  tidak  naik.  Tetapi  harga  barang-barang  naik.
              Pemerintah tidak bisa mengendalikan,” katanya.

              Pada 2021 ini, pemerintah tidak menaikkan UMP sehingga masih tetap sama dengan upah pada
              2020  senilai  Rp2,49  juta.  Penetapan  ini  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Kementerian
              Ketenagakerjaan Nomor M/11/HK.04/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada
              Masa Pandemi Covid-19.

              Medan menjadi satu-satunya kota di Sumatra Utara yang menaikkan Upah Minimum Kota (UMK)
              pada  2021.  Hal  itu  sesuai  Keputusan  Gubernur  Sumatra  Utara  No.  188.44/653/KPTS/2020
              tentang Penetapan Upah Minimum Kota Medan tahun 2021, tertanggal 21 Desember 2020. Jika



                                                           56
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62