Page 183 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 183
Title KETUA BALEG MENGAKU TERIMA 10.000 PESAN PENOLAKAN RUU CIPTA KERJA
Media Name kompas.com
Pub. Date 08 April 2020
https://nasional.kompas.com/read/2020/04/08/20590761/ketua-baleg-menga ku-terima-
Page/URL
10000-pesan-penolakan-ruu-cipta-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Ketua Badan Legislasi ( Baleg) DPR Supratman Andi Agtas mengatakan, sejak
Selasa (7/4/2020), pimpinan Baleg diprotes kelompok pekerja dan buruh terkait
penolakan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.
"Kami pimpinan Baleg itu sekarang dapat SMS (pesan singkat) maupun WA (pesan
aplikasi WhatsApp) dari kalangan buruh. Mereka menolak RUU Omnibus Law," kata
Supratman ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (8/4/2020).
Supratman mengatakan, hingga hari ini, ia sudah menerima hampir 10.000 pesan
dari kalangan buruh.
Ia menjelaskan, isi pesan yang disampaikan para buruh rata-rata memiliki format
yang sama yaitu menolak pembahasan RUU Cipta Kerja.
Namun, beberapa buruh secara spesifik menolak klaster ketenagakerjaan dalam
RUU sapu jagat tersebut.
"Sudah 10 ribu lah (pesan), ada yang lebih spesifik yakni menolak klaster
Ketenagakerjaan, ada juga jadi rata-rata copy paste aja," ujarnya.
Kendati demikian, Supratman mengapresiasi, langkah para buruh tersebut sebagai
demo terbesar dalam bentuk media sosial.
Menanggapi tuntutan para buruh tersebut, ia mengaku, berusaha menjelaskan
melalui akun pribadi Facebook dan menampung masukan dari para buruh.
"Melalui akun media sosial Facebook saya. Saya buka meminta tanggapan masukan
yang sifatnya konstruktif, karena RUU Omnibus Law ini tidak hanya terkait dengan
buruh. Jadi saya mencoba menyampaikan kepada teman-teman yang ditolak RUU
Omnibus Lawnya atau klaster ketenagakerjaannya," tuturnya.
Lebih lanjut, Supratman mengatakan, setelah ia memberikan penjelasan melalui
akun pribadi Facebook, sebagian para buruh dapat memahami klaster-klaster yang
ada di Omnibus Law RUU Cipta Kerja.
Ia juga meyakinkan, para buruh pasal-pasal yang menuai kontroversi akan menjadi
atensi dalam pembahasan.
Page 182 of 234.

