Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 67
Sebaliknya, Ia mengungkapkan bahwa perwakilan RI di Malaysia sejauh ini belum
ada tanda-tanda memberikan pertolongan terhadap nasib warganya, baik itu migran
resmi maupun ilegal.
Mujianto mengungkapkan, akibat kebijakan lockdown tersebut, suasana di Sarawak
saat ini sepi.
Ia mengatakan, otoritas setempat juga memberlakukan kebijakan di mana warga
hanya memperbolehkan belanja berlangsung pada pukul 07.00 sampai 09.00 waktu
setempat dan sore pukul 17.00 sampai jam 19.00 waktu setempat.
"Jadi jalan menuju pasar atau permukiman selalu dijaga polisi dan tentara. Jadi
kalau tidak ada kepentingan yang mendesak tidak diperbolehkan keluar," katanya.
Kewajiban negara tak gugur
Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah angkat bicara.
Ia menyatakan negara tetap berkewajiban memenuhi hak pekerja migran Indonesia
di Malaysia kendati saat ini terjadi pandemi Covid-19 atau virus corona di dalam
negeri.
"Kita memahami kesulitannya, tetapi kan tetap ada kewajiban negara yang tidak
gugur dalam situasi seperti itu, justru kan mendesak," ujar Anis ketika dihubungi
Kompas.com, Selasa (7/4/2020).
Anis mengatakan, pemenuhan hak pekerja migran tersebut adalah dengan
memberikan bantuan layanan kesehatan hingga fasilitas layanan kebutuhan pokok.
Anis mengatakan, banyak di antara pekerja migran di Malaysia yang butuh
pertolongan.
Pasalnya, mereka sekadar untuk makan sahari-hari pun kesulitan.
Anis mengaku hampir tiap hari ia mendapat laporan bagaimana kesulitan yang
dialami pekerja migran di tengah masa lockdown di Malaysia.
"Saya sendiri kan setiap hari dapat WhatsApp dari teman-teman, bagaimana situasi
sulit mereka sehari-hari, gitu. Jadi masih banyak yang minjam uang ke teman,
sekarang yang dipinjami juga menipis," katanya.
Anis mengungkapkan, KBRI di Kuala Lumpur sebelumnya sempat membuat survei
yang diperuntukan bagi WNI yang berada di Negeri Jiran.
Survei itu bertujuan untuk memberikan bantuan di saat Pemerintah Malaysia
memberlakukan lockdown.
Namun demikian, setelah survei tersebut selesai, justru bantuan tak kunjung
diterima para pekerja migran.
Page 66 of 234.

