Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 72

Title          DPR: SEPERTINYA BUTUH 5 TAHUN GODOK OMNIBUS LAW
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      08 April 2020
                              http://rri.co.id/post/berita/816105/nasional/dpr_sepertinya_butuh_5_ta
               Page/URL
                              hun_godok_omnibus_law.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive




               Jakarta : Anggota Komisi XI DPR RI, Elnino M Husein Mohi mengingatkan,
               pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law
               Ciptaker tak boleh dilakukan bak kebut dalam satu malam.


               Melihat banyaknya materi, dia menilai bukan tidak mungkin pembahasannya akan
               memakan waktu hingga lima tahun.

               Politisi Partai Gerindra ini mengatakan,  RUU Omnibus Law adalah jenis RUU yang
               bersifat menyederhanakan regulasi dengan cara merevisi dan mencabut banyak UU
               sekaligus. Sederhananya, RUU sapujagat.


               "For everything! Hanya 174 pasal, memang. Tapi, secara subtansi RUU ini memuat
               perubahan, penghapusan, dan pembatalan atas 79 undang-undang yang terkait
               dengan pembangunan dan investasi," jelasnya dalam keterangan, Rabu (8/4/2020).

               Kata dia, RUU Omnibus Law yang diajukan tersebut mencakup banyak isu penting
               dan strategis yang perlu dikaji secara mendalam. Misalkan terkait lingkungan hidup,
               otonomi daerah, ketenagakerjaan, penyederhanaan prosedur investasi, dan lain-
               lain.


               "Meski tujuannya fokus untuk merampingkan regulasi bagi penciptaan kerja, tapi
               jangan sampai "short-cut"-nya salah," ujarnya memperingatkan.


               Pemerintah mengusulkan RUU Omnibus Law bertujuan untuk menyederhanakan
               regulasi, demi menarik investasi masuk ke dalam negeri. Namun, Elnino malah
               melihat sebaliknya.


               "Alih-alih menyederhanakan, RUU ini malah bikin ribet. Dimaksudkan untuk
               menghapus over-lapping dan over-regulated, malah justru sebaliknya. Tercatat RUU
               Cipta Kerja ini mensyaratkan 500-an aturan turunan (peraturan pemerintah) yang
               justru berpotensi melahirkan regulasi yang sangat banyak," ungkapnya.

               Maka demikian, Elnino kembali menegaskan Omnibus Law haruslah dikaji secara
               mendalam. Sebab maksud penciptaan iklim investasi yang kondusif, jangan sampai
               justru mengabaikan perlidungan terhadap tenaga kerja, prinsip-prinsip
               pembangunan berkelanjutan, dan kepemilikan negara terhadap cabang-cabang
               produksi yang menguasai hajat hidup rakyat banyak, serta kepemilikan negara
               terhadap bumi, dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk
               dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sesuai dengan Pasal 33
               UUD 1945.




                                                       Page 71 of 234.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77