Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 AGUSTUS 2019
P. 44

Kompas.com di rumahnya di Kampung Muhara, RT 001/010, Desa/Kecamatan
               Haurwangi, Cianjur, Senin (12/08/2019).

               Dikdik mengaku selama puluhan tahun di Riyadh, Alis sempat berkirim surat tiga kali
               yang isinya menceritakan soal perlakukan majikan dan keinginannya untuk pulang.

               "Kakak saya tidak diperbolehkan keluar rumah, kalau majikan dan keluarganya pergi
               keluar, kakak saya dikunci di kamar mandi sampai majikan pulang." Katanya. "Kakak
               saya bisa kirim surat juga sembunyi-sembunyi, suratnya dititipin ke sopir

               majikannya," ucapnya.

               Bahkan di surat yang terakhir, disebutkan Didik, kakaknya itu memohon agar segera
               bisa dipulangkan karena sudah tidak tahan dengan perlakuan sang majikan.

               "Tolongin dik, tolongin teteh, teteh sudah tidak kuat, teteh disiksa, tangan teteh
               ditusuk sampai 20 jahitan," kata Dikdik menirukan isi surat sang kakak.

               Berbekal isi surat tersebut, Dikdik pun mendatangi instansi terkait di Jakarta untuk
               meminta bantuan proses pemulangan saudari kandungnya itu.

               Meski keluarga sempat dihubungkan dengan pihak KBRI di Arab Saudi , namun
               upayanya untuk bisa memulangkan Alis tidak membuahkan hasil.


               "Saya sudah bolak-balik ke Jakarta, pinjam sana sini bahkan jual yang ada untuk
               biaya agar kakak saya bisa segera dipulangkan, tapi belum ada hasilnya sampai
               sekarang," ucapnya.

               Sementara anak semata wayang Alis Juariah , Selpi Lusniawati (27), mengaku
               selama 21 tahun ditinggal ibunya, ia hanya dua kali menerima surat dan kiriman
               uang.

               "Setelah dua tahun bekerja itu ibu ternyata tidak pulang sampai sekarang, tak ada
               kabar sama sekali. Saya waktu itu masih kecil belum mengerti seperti sekarang,

               saya pikir ibu memang sedang bekerja saja di sana, ternyata kondisinya seperti ini,"
               tuturnya.

               Berbagai cara ia dan pamannya lakukan saat ini agar bisa memulangkan sang ibu,
               termasuk meminta bantuan kepada Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira)
               Pembaharuan sebagai lembaga advokasi pekerja migran Indonesia.

               Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur, Najib Ali Hildan mengatakan, setelah



                                                       Page 43 of 89.
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49