Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 AGUSTUS 2019
P. 48
Title BIDIK KEPESERTAAN DI DESA, BPJS KETENAGAKERJAAN UTAMAKAN KEARIFAN LOKAL
Media Name krjogja.com
Pub. Date 12 Agustus 2019
https://krjogja.com/web/news/read/107042/Bidik_Kepesertaan_di_Desa_BPJ
Page/URL
S_Ketenagakerjaan_utamakan_Kearifan_Lokal
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
BPJS Ketenagakerjaan membidik kepesertaan pekerja di wilayah perdesaan dalam
program jaminan sosialnya. Pendekatan melalui kultur masyarakat setempat dinilai efektif
mempersuasi.
"Selama ini kita selalu merekrut peserta dari perkotaan. Seperti pekerja pabrik dan industri
besar lainnya. Padahal di perkotaan, hanya sekitar 40 persen coverage. Sedangkan 60
persennya ada di perdesaan. Maka dari itu sejak 2017, kita berkonsentrasi untuk
mengkaver seluruh potensi itu di desa," kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan
Solo, Rudi Yunarto di sela event bersih dusun di Desa Kemuning, Ngargoyoso belum lama
ini.
Ia mengakui tidak mudah mengajak masyarakat desa ikut program perlindungan sosial.
Sehingga, BPJS Ketenagakerjaan merangkulnya lewat berbagai kegiatan yang disukai.
Seperti pagelaran wayang kulit, bersih dusun, olahraga santai dan sebagainya. Sasaran
peserta di wilayah perdesaan sangat beragam, mulai petani, pedagang, peternak, nelayan,
buruh UMKM, pemilik usaha kecil, buruh tani hingga pengemudi ojek.
"Semua yang memiliki risiko kerja. Baik itu penerima upah maupun non penerima upah,"
katanya.
Di Desa Kemuning, ia bersama pemerintah daerah mencanangkannya menjadi Desa Sadar
BPJS Ketenagakerjaan. Harapannya, program jaminan sosial yang diakrabi masyarakat Desa
Kemuning dapat menular ke desa-desa lain. Di Karanganyar, perusahaan ini telah
melindungi hampir 90 persen tenaga kerja. Jika ditotal, terdapat 276 di Indonesia yang
ditetapkan menjadi Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan pada 2017. Sedangkan tahun lalu,
sebanyak 201 desa mendapat predikat serupa. Sementara tahun ini, sudah ada 198 desa
termasuk Desa Kemuning.
di Karanganyar melebihi angka Soloraya yang hanya 60 persen. Target secara nasional
pada 2021, 80 persen tenaga kerja terkaver BPJS ketenagakerjaan. Sekarang masih 56
persen," katanya.
Meski demikian, informasi programnya kurang baik diterima sebagian kalangan. Hal itu
menyebabkan tingkat kepatuhan membayar premi asuransi kurang maksimal.
"Kalau segmen penerima upah, pembayarannya aman. Butuh strategi khusus bagi non
penerima upah. Kami tidak mungkin menagih door to door. Mungkin karena mereka masih
mengira membayar karus ke kantor BPJS, padahal tidak. Padahal ada kanal pembayaran
secara mobile di ponsel dan gerai retail," pungkasnya.
Page 47 of 89.

