Page 158 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 158
Title SERIKAT PEKERJA TUNTUT AUDIT PERUSAHAAN YANG TAK MAMPU BAYAR THR
Media Name kompas.com
Pub. Date 28 April 2020
https://money.kompas.com/read/2020/04/28/114456326/serikat-pekerja-tun tut-audit-
Page/URL
perusahaan-yang-tak-mampu-bayar-thr
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta pengusaha untuk membayar
Tunjangan Hari Raya ( THR) secara penuh.
Mereka menuntut meski pengusaha beralasan tak mampu membayarkan THR akibat
pandemi virus corona (Covid-19).
KSPI meminta kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengaudit kas
keuangan perusahaan yang beralasan nyaris bangkrut, sehingga tak mampu
membayarkan THR kepada pekerja atau buruh.
"Kalau perusahaan mengatakan rugi, maka perusahaan harus membuat laporan kas
dan neraca keuangan selama dua tahun terakhir untuk diperiksa oleh pemerintah
melalui kantor akuntan publik," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan
tertulis, Selasa (28/4/2020).
Menurut Said Iqbal, dari hasil audit dapat diketahui perusahaan benar-benar rugi
atau sekedar cari-cari alasan.
"Termasuk, kita akan tahu, masih ada cadangan kas atau tidak," katanya.
Bagi KSPI, audit keuangan seperti ini memberikan keadilan bagi kaum buruh. Bukan
dengan menyatakan rugi dan tidak bisa bayar upah dan THR.
Menurut Said Iqbal, dengan adanya THR dan upah dibayar penuh, maka akan
mempertahankan daya beli buruh saat Lebaran sehingga konsumsi masyarakat
tetap baik.
KSPI juga menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
yang dinilai berpihak terhadap pengusaha dan merestui agar membayarkan THR
secara dicicil atau menunda pembayaran.
"KSPI tidak setuju dengan sikap Menaker," tegas Said Iqbal.
Sebelumnya, Ida menjelaskan, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun
2015, tentang Pengupahan disebutkan apabila perusahaan tidak mampu
membayarkan THR sekaligus, maka pembayaran THR bisa dilakukan secara
bertahap.
Page 157 of 261.

