Page 206 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 206
Di sisi lain, Mufida melihat masih banyak masalah yang melingkupi PMI, baik di
dalam negeri maupun di negara penempatan. Salah satunya adalah ketidaksesuaian
antara kontrak yang ditandatangani oleh calon PMI dengan hak yang akhirnya
mereka terima saat telah bekerja.
Mufida mengaku mendapat banyak info tentang adanya potongan-potongan biaya
sangat besar yang memberatkan PMI membuat gaji PMI terpotong sangat besar.
Salah satu sumbernya adalah keperluan TKI itu sendiri dalam memenuhi syarat agar
dapat bekerja di LN. "Di antaranya biaya pembuatan paspor, sertifikasi dan biaya-
biaya lain selama menunggu penempatan," ujar Mufida.
Pemerintah dalam hal ini BP2MI, harus dapat memberikan jalan keluarnya. Sungguh
memprihatinkan jika pada akhirnya hampir separuh dari gaji mereka sebagai PMI
harus dipotong untuk membayar kembali utang yang mereka buat selama proses
penempatan. "Jangan sampai ini menjadi lingkaran setan yang hanya
menguntungkan para calo. Harus ada ketegasan dan keberpihakan dari pemerintah.
Calo harus diberantas sesegera mungkin," kata politikus PKS ini.
Page 205 of 261.

