Page 204 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 204
Memasuki era digital saat ini, Gede menyampaikan infrastruktur dan teknologi
menjadi hal yang sangat mendasar dalam mendukung proses percepatan inklusi
keuangan. Semakin meningkatnya pemanfaatan infrastruktur dan teknologi
mengakibatkan adanya pergeseran perilaku masyarakat dari yang semula
bertransaksi secara tunai beralih untuk bertransaksi secara digital.
"Dalam kondisi pandemi Covid-19, pembayaran secara digital juga lebih didorong
untuk meminimalisir penularan virus corona. Jadi untuk sementara ini kita gunakan
digital payment untuk mengamankan kesehatan kita sendiri," kata Gede.
Gede menyampaikan, pada tahun 2019 indeks inklusi keuangan Indonesia sudah
mencapai 76,19%, lebih tinggi dari target 75% yang sebelumnya telah ditetapkan.
Ditargetkan pada 2024, indeks inklusi keuangan Indonesia bisa mencapai 90%.
"Kami berharap dari mitra pembayaran digital ini, inklusi keuangan bisa meningkat.
Semakin meningkat pemanfaatan infrastruktur dan teknologi, semakin meningkat
pergerakan perilaku masyarakat dari tunai ke digital," kata Gede.
Terkait keterlibatan OVO sebagai mitra pembayaran dalam program Kartu Prakerja,
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra dalam keterangan resminya juga
menyampaikan, OVO terus berupaya sekuat tenaga untuk membantu pemerintah
mengatasi dampak pandemi Covid-19, dalam hal ini mendistribusikan dana bantuan
pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja muda
Indonesia. Karaniya juga mengapresiasi langkah progresif pemerintah yang telah
melibatkan industri keuangan elektronik sebagai pilar penting dalam program Kartu
Prakerja.
"Memanfaatkan kapasitas dan jangkauan teknologi digital menjadi kunci penting
bagi terciptanya kesetaraan akses bagi seluruh calon peserta di pelosok Indonesia,
termasuk mereka yang belum memiliki rekening bank," kata Karaniya.
Page 203 of 261.

