Page 200 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 200

Title          ANGGOTA DEWAN MINTA PEMERINTAH PERHATIKAN PMI DI MALAYSIA
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      28 April 2020
                              https://republika.co.id/berita/q9hhjy423/anggota-dewan-minta-pemerinta h-perhatikan-
               Page/URL
                              pmi-di-malaysia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative













               Pemerintah diminta menjalankan amanah Undang-undang untuk menjamin
               terpenuhinya hak-hak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebab, banyak PMI di
               Malaysia membutuhkan pertolongan karena pandemi virus Covid-19 atau corona.

               "Mereka kekurangan uang dan tidak dapat membeli bahan makanan. Bahkan untuk
               sekadar bertahan hidup dan kebutuhan makan sehari-hari pun sulitanggota Komisi
               IX DPR Kurniasih Mufidayati," ujar , Selasa (28/4).

               Ia mengingatkan pemerintah, dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017
               tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, sudah sangat lengkap mengatur
               hak-hak PMI. Undang-undang ini secara tegas menyatakan bahwa pemerintah harus
               melindungi hak-hak mereka. "Saya menyebutnya perlindungan semesta, yang
               memberikan jaminan atas perlindungan hak PMI dari hulu hingga hilir," ujar Mufida.

               Tujuan undang-undang ini untuk menjamin dan melindungi segenap Warga Negara
               Indonesia. Khususnya kepada PMI, agar mereka dapat bekerja dengan baik.
               "Karena itu, sudah sepatutnya pemerintah segera merespons jeritan permintaan
               tolong dari PMI kita di Malaysia, sebagai amanah undang-undang," tegas Mufida.

               Di sisi lain, ia melihat masih banyak masalah yang melingkupi PMI, baik di dalam
               negeri maupun di negara penempatan. Salah satunya adalah ketidaksesuaian
               kontrak dengan hak yang diterima. Mufida mengaku mendapat banyak info tentang
               adanya potongan-potongan biaya yang memberatkan PMI. Sehingga, membuat
               uang gaji mereka akan terpotong sangat besar.

               "Salah satu sumbernya adalah keperluan TKI itu sendiri dalam memenuhi syarat
               agar dapat bekerja di LN. Di antaranya adalah biaya pembuatan paspor, sertifikasi
               dan biaya-biaya lain selama menunggu penempatan," ujar Mufida.

               Menurut Mufida, pemerintah dalam hal ini BP2MI, harus dapat memberikan solusi.
               Karena sangat disayangkan jika hak mereka dipotong selama bekerja. "Jangan
               sampai ini menjadi lingkaran setan yang hanya menguntungkan para calo. Harus
               ada ketegasan dan keberpihakan dari pemerintah. Calo harus diberantas sesegera
               mungkin," ujar Mufida.



                                                      Page 199 of 261.
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205