Page 12 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 OKTOBER 2019
P. 12

Kesehatan, hanya saat menandatangi PKWT barulah mereka tahu ada fasilitas BPJS
               yang diberikan.


               "Kami kerja sejak hari pertama hanya disuruh kerja. Mungkin kami dilihat sebagai
               kerja percobaan. Memasuki bulan keempat baru kami disodorkan dokumen kerja
               PKWT untuk ditandatangani sebagai pekerja kontrak,"ungkap Kiki.

               Pekerja lainnya, Ius mengatakan dirinya juga menyayangkan sikap perusahaan
               melalui General Manager yang langsung memecat mereka tanpa menjelaskan alasan
               pelanggaran kerja yang telah mereka lakukan.


               "Kalau kami ada pelanggaran kerja mestinya ada SP 1, SP 2 dan barulah dipecat. Ini
               kami langsung dipecat begitu saja," ungkap Ius.

               Ius menjelaskan, dirinya juga setelah bekerja lebih dari 3 bulan barulah disodorkan
               dokumen kerja PKWT untuk ditandatangani. Namun karena menilai dokumen
               kontrak kerja hanya sepihak memuat kewajiban penerima pekerjaan, ia pun
               berkonsultasi ke Dinas Nakertrans Sikka.


               Sikap mereka yang berkonsultasi ke Dinas Nakertrans dinilai sebagai sebuah
               pelanggaran berat sehingga General Manager SPBU itu langsung memecat ia dan
               beberapa rekan lainnya.

               Pemecatan Dinilai Inprosedural


               Langkah manajemen SPBU Wolonbetan Maumere yang sepihak memecat 4 orang
               karyawannya lantaran mempertanyakan dokumen kontrak kerja Perjanjian Kerja
               Waktu Tertentu (PKWT) dinilai sebagai tindakan yang inprosedural.

               Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinas
               Nakertrans Kabupaten Sikka, Hasan H. Kadir saat ditemui media ini di ruangannya
               pada Senin (7/10) siang.


               Hasan Kadir, demikian ia disapa mengatakan, dirinya memang pernah didatangi
               oleh 7 orang karyawan SPBU Wolonbetan dan menyampaikan kondisi yang tengah
               mereka alami. Ia pun melihat perjanjian kerja yang diberikan.


               Setelah ia mempelajari pasal per pasal PKWT itu, ia melihat bahwa PKWT yang
               diberikan oleh manajemen SPBU Wolonbetan Maumnere tidak sesuai dengan
               ketentuan Undang - Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.


               Menurut Hasan Kadir, hubungan kerja yang diatur dalam Pasal 50 UU
               Ketenagakerjaan menyatakan hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian
               kerja baik lisan maupun tertulis. Secara hukum, hubungan kerja sudah terjadi ketika
               ada pekerja, perintah dan ada upah.

               Adapun perjanjian kerja adalah kewajiban pemberi kerja untuk membuatnya.
               Mereka ini sudah terlanjur bekerja. Semestinya mereka menandatangi dahulu
               perjanjian kerja barulah mereka bekerja.



                                                       Page 11 of 66.
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17