Page 13 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 OKTOBER 2019
P. 13

"Persoalan mereka sudah kerja tiga bulan barulah terbit dokumen kontrak kerja
               PKWT," ungkap Hasan Kadir.


               Ia melanjutkan setelah dirinya menanyakan kepada karyawan yang dipecat, mereka
               menyampaikan 3 bulan bekerja barulah dibuat perjanjian kerja.

               Padahal, di dalam undang - undang tidaklah dibenarkan adanya masa percobaan
               pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Harusnya, saat mulai bekerja sudah
               ditandatangani oleh pihak pekerja dan pemberi kerja dokumen perjanjian kerjanya.
               Kalau sudah lewat dari 3 bulan yang disodorkan kepada pekerja untuk ditandatangi
               adalah Surat Pengangkatan sebagai karyawan bukan surat kontrak kerja.


               "Kalau sudah lebih dari 3 bulan harusnya surat pengangkatan sebagai karyawan
               bukan PKWT lagi,"ungkapnya.


               Lanjut hasan Kadir, pekerjaan sebagai operator di SPBU dikategorikan sebagai jenis
               pekerjaan yang bersifat tetap. Secara prinsip, pekerjaan yang bersifat tetap tidak
               bisa dikontrakkan.


               "SPBU yang ada di Sikka ini seperti SPBU Rovin Jaya dan SPBU Bolawolon, karyawan
               adalah pekerja tetap bukan pekerja kontrak. Karena pekerjaan ini bersifat tetap.
               Kenapa di SPBU Wolonbetan harus pake kontrak," ungkapnya.

               Terkait pelanggaran prosedural yang dilakukan oleh manajemen SPBU Wolonbetan,
               jelas Hasan Kadir yakni terkait pemberian dokumen kontrak PKWT setelah pekerja
               bekerja lebih dari 3 bulan. Berarti, dari awal bekerja, para karyawan ini tidak
               dibuatkan dokumen perjanjian kerja.

               "Setelah pengaduan lisan ini, kami minta para karyawan yang dipecat buat
               pengaduan secara tertulis sehingga kami bisa memanggil manajemen SPBU
               Wolonbetan untuk proses selanjutnya perundingan tripratit," kata Hasan Kadir.

               Ia menambahkan ketika tidak memahami perjanjian kerja semestinya pihak pemberi
               kerja dalam hal ini SPBU Wolonbetan berkonsultasi dengan Dinas Nakertrans
               sehinga perjanjian kerja yang dibuat tidak inprosedural. Bukan malah memarahi
               para karyawan yang datang menanyakan dokumen kontrak kerja.

               "Pihak perusahaan ini kan juga kami undang sosialisasi ketenagakerjaan tetapi tidak
               pernah hadir sehingga tidak memahami perjanjian kerja sesuai aturan undang -
               undang ketenagakerjaan," ungkap Hasan Kadir.


















                                                       Page 12 of 66.
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18