Page 26 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MARET 2020
P. 26

Title          KEMENAKER MINTA KARYAWAN KERJA DARI RUMAH DIGAJI PENUH
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      16 Maret 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200316121639-92-483811/kemenake r-minta-
               Page/URL
                              karyawan-kerja-dari-rumah-digaji-penuh
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan seluruh perusahaan untuk
               tetap membayar gaji 100 persen kepada karyawan yang direkomendasikan bekerja
               dari rumah ( work from home ) dalam rangka mengisolasi diri oleh petugas
               kesehatan di tengah merebaknya virus corona.

               Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan Raden Soes
               Hindharno mengatakan tak ada alasan bagi perusahaan untuk memotong gaji
               karyawan yang terpaksa bekerja dari rumah untuk meminimalisir penyebaran virus
               corona. Pasalnya, situasi ini terbilang tak terduga ( force majeur ).

               "Harusnya gaji tetap terpenuhi. Ini kan force majeur karena wabah penyakit. Jadi
               kalau memang dapat rekomendasi bekerja di rumah dulu ya perusahaan tetap harus
               gaji karyawannya," ucap Soes kepada CNNIndonesia.com , Senin (16/3).

               Lagi pula, perusahaan juga bisa dibilang untung jika banyak karyawannya yang
               bekerja dari rumah. Soes bilang pengeluaran perusahaan untuk listrik hingga
               pasokan makanan dan minuman bisa dikurangi.

               "Perusahaan justru untung. Produksi (kegiatan operasional) tetap jalan tapi hemat
               listrik karena tidak dinyalakan, tidak perlu sediakan air minum," ujar dia.

               Hanya saja, Soes menyatakan pihaknya sedang menggodok aturan khusus bagi
               perusahaan swasta di sektor manufaktur yang biasanya bergantung dengan
               kegiatan produksi di pabrik. Masalahnya, alat berat di pabrik tak bisa dengan mudah
               dibawa pulang ke rumah masing-masing karyawannya.

               Situasi itu berbeda dengan perusahaan swasta di sektor lainnya, seperti keuangan,
               di mana sejumlah pegawai bisa bekerja dari rumah dengan bermodal laptop dan
               akses internet.

               "Alat pabrik dibawa pulang ke rumah kan tidak mungkin. Makanya ini masih digodok
               aturannya," terang Soes.

               Soes menjelaskan pihaknya akan membuat kebijakan yang sama-sama
               menguntungkan untuk seluruh pihak. Dengan kata lain, perusahaan manufaktur tak
               merugi jika sejumlah karyawannya bekerja dari rumah.





                                                       Page 25 of 58.
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31