Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MARET 2020
P. 37
Title PRESIDEN KSPI MINTA INI, JIKA BURUH DILIBURKAN
Media Name jabar.antaranews.com
Pub. Date 16 Maret 2020
https://jabar.antaranews.com/berita/141258/presiden-kspi-minta-ini-jik a-buruh-
Page/URL
diliburkan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal
mengharapkan tidak akan ada pemotongan upah jika memang para pekerja harus
bekerja di rumah akibat COVID-19.
"KSPI meminta Presiden dan jajaran pemerintah mengikuti SOP WHO tentang
pencegahan dan tindakan menghadapi virus corona. WHO juga sudah minta kan
kepada Presiden untuk menetapkan sebagai darurat nasional. Karena buruh sampai
hari ini masih belum ada imbauan untuk diliburkan," kata Said ketika dihubungi di
Jakarta pada Senin.
Menurut dia, buruh merupakan salah satu yang paling rentan terpapar dengan
COVID-19 karena jumlah mereka yang ribuan dan berkumpul di satu tempat di saat
bersamaan. Buruh yang berada di kawasan industri seperti Bekasi, Cikarang dan
Purwakarta, dapat dengan mudah terpapar virus karena mereka datang, bekerja,
dan pulang di saat bersamaan dalam jumlah yang banyak.
"Tidak ada perlindungan apapun, karena itu kita minta pemerintah untuk
menggratiskan masker dan hand sanitizer untuk melindungi mereka," kata dia.
Dia juga meminta agar industri menerapkan sistem shift atau giliran kerja untuk
mengurangi risiko paparan dan memastikan produksi tetap berjalan. Yang penting,
kata Said, jika sudah terkonfirmasi ada salah satu pekerja yang positif COVID-19
maka kegiatan pabrik harus dihentikan untuk memastikan tidak ada penularan ke
orang lain.
"Jika di suatu daerah terjadi pandemi maka harus dikeluarkan KLB (kejadian luar
biasa) dan pekerja diliburkan dua pekan dengan gaji serta tunjangan yang tidak
dipotong serta kesejahteraan tidak dikurangi," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk bekerja, belajar
dan beribadah di rumah karena masifnya penyebaran COVID-19. Pemerintah,
termasuk DKI Jakarta, memberlakukan berbagai langkah darurat untuk menekan
penyebaran penyakit yang menyerang pernapasan tersebut termasuk salah satunya
mengurangi operasi Transjakarta, MRT dan LRT untuk mendorong masyarakat
berdiam di rumah. Isolasi mandiri juga didorong untuk dilakukan warga dengan
mengurangi kegiatan di luar rumah dan mendampingi anak-anak yang diliburkan
dari sekolah akibat virus tersebut.
Page 36 of 58.

