Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 140

Title          OMNIBUS LAW BUKAN UNTUK PERMUDAH PEKERJA ASING KE INDONESIA
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      18 Januari 2020
               Page/URL       https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/20/01/17/q49bz638 3-omnibus-
                              law-bukan-untuk-permudah-pekerja-asing-ke-indonesia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menegaskan bahwa
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bukan untuk mempermudah tenaga kerja asing
               (TKA) untuk masuk ke Indonesia. Menurut dia tidak semua pekerja asing dapat
               dengan mudah untuk masuk ke Indonesia sebab hanya yang memiliki keahlian saja
               yang akan diberikan izin.

               "Itu yang dipahami oleh beberapa pihak dengan mengatakan bahwa Omnibus Law
               memudahkan asing masuk. Padahal yang kita mau permudah adalah TKA ahli untuk
               kondisi tertentu," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/1).

               Ia mencontohkan, ada suatu pabrik tekstil besar yang secara mendadak mesinnya
               mati lalu pemerintah mendatangkan teknisi asing karena hanya dia yang bisa
               membetulkan. Jika mengikuti peraturan yang masih ada maka pengurusan izin
               untuk TKA sangat rumit sehingga mesin perusahaan tekstil tersebut dapat mati lebih
               lama dan akan merugikan perusahaan beserta pegawainya.

               "Perusahaannya rugi dan pekerjanya juga rugi karena enggak bisa kerja mesinnya
               mati," ujarnya.

               Oleh sebab itu, ia memastikan isu yang beredar di tengah masyarakat terkait
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja akan memudahkan tenaga asing masuk ke
               Indonesia tidak sepenuhnya benar. "Jangan disalahpahami bahwa Omnibus Law
               memudahkan asing masuk. Isu yang kita permudah adalah TKA dengan keahlian
               tertentu untuk kondisi tertentu. Semoga jelas," katanya.

               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengkhawatirkan
               dampak omnibus law kluster ketenagakerjaan yang berkenaan dengan upah,
               pesangon, tenaga kerja asing, dan jaminan sosial terhadap nasib para buruh.

               "Isi omnibus law tersebut sangat merugikan buruh. Antara lain pengurangan nilai
               pesangon, pembebasan TKA (tenaga kerja asing) buruh kasar, penggunaan
               outsourcing (alih daya) yang masif, jam kerja yang fleksibel, termasuk upah bulanan
               diubah menjadi upah per jam," katanya.





                                                      Page 139 of 267.
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145