Page 144 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 144
"Saya kira Pertamina termasuk perusahaan yang dipacu untuk terus meningkatkan
produktivitasnya. Mudah-mudahan menjadi perusahaan nasional berkelas dunia dan
menjadi energi tersendiri bagi pembangunan nasional," kata Ida.
Menaker berharap K3 tidak dianggap sebagai penghambat investasi melainkan
menjaga investasi. Sebab pelaksanaan K3 menyangkut nyawa dan kesehatan
manusia serta keberlangsungan perusahaan. Ia berharap K3 menjadi prioritas dan
budaya, bukan karena tuntutan Undang-Undang.
Menaker Ida juga berharap Pertamina RU V sebagai bagian perusahaan BUMN yang
memiliki potensi bahaya tinggi, ikut mendorong dan memotivasi perusahaan lain di
sekitarnya agar pelaksanaan K3 sapat berjalan secara efisien dan efektif.
"Saya harap semua pihak di Pertamina Balikpapan melakukan upaya konkrit
pelaksanaan K3, dengan lompatan inovasi dan Pertamina diharapkan menjadi
bagian penting mensupport bagaimana peningkatan produktivitas tenaga kerja,"
katanya
Melihat Praktik K3
Kepada Direktur SDM Pertamina Koeshartanto, VP Projek HSSE Dit. Megaproyek
Pengolahan dan Petrokimia Sahadi, GM Refinery Unit V Balikpapan Mulyono dan
jajarannya, Menaker menjelaskan kunjungannya ke Pertamina Balikpapan untuk
melihat secara langsung praktek pelaksanaan K3. Ida menyempatkan meninjau
gedung pelayanan kesehatan (site clinic) Pertamina.
"Kita ambil perusahaan yang high risk (resiko tinggi) sehingga kita semua merasa
nyaman, tenang, perlindungannya dapat dilakukan secara baik dan mudah-mudahan
produktivitas kita meningkat," katanya.
Sedangkan Koeshartanto mengatakan pihaknya melalui divisi HSSE sudah
meningkat menjadi budaya. Jadi perilaku pegawai Pertamina telah menampatkan
safety sebagai mandatory atau keharusan, tetap harus dikedepankan.
"Jangan sampai satu centimeter atau satu inch pun kita lengah karenanya. Karena
kelengahan ini akan berimplikasi terhadap kinerja pegawai," katanya.
Page 143 of 267.

