Page 146 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 146

Title          KSPI ANGGAP OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN KERJA ULANGI KEGAGALAN PAKET
                              EKONOMI
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      18 Januari 2020
               Page/URL       https://news.detik.com/berita/4864338/kspi-anggap-omnibus-law-cipta-la pangan-kerja-
                              ulangi-kegagalan-paket-ekonomi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai Presiden Joko Widodo (
               Jokowi ) salah strategi bila melanjutkan omnibus law cipta lapangan kerja. Jokowi disebut
               mengulangi kesalahan yang sama pada periode pertama.

               "Pemerintah ini salah strategi dan mengulangi lagi kesalahan yang sama pada periode awal
               yang ingin memprioritaskan investasi seolah-olah adalah segala-galanya untuk
               pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," ujar Ketua Harian KSPI
               Muhammad Rusdi dalam konferensi pers di gedung LBH, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat,
               Sabtu (18/1/2020).

               Rusdi menilai periode pertama kepemimpinan Jokowi telah gagal menaikkan ekonomi. PP
               78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang dikeluarkan Jokowi disebutnya berdampak buruk
               pada buruh.

               "Kami anggap pada periode awal ketika pemerintah Jokowi mengeluarkan sekitar 16
               kebijakan paket ekonomi dalam rangka menggenjot ekonomi dan cipta lapangan kerja itu
               gagal," kata Rusdi.

               "Di era awal Pak Jokowi melahirkan PP 78 mengenai upah, Jokowi membatasi perbaikan
               upah yang berdampak menurunnya daya beli masyarakat dengan upah membuat hasil
               produk industri tidak bisa dibeli oleh buruh," sambungnya.

               Rusdi mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan lapangan kerja
               baru, salah satunya konsumsi rumah tangga. Dia mengatakan pemerintah harus
               memperkuat konsumsi rumah tangga dengan meningkatkan daya beli dan pendapatan
               pekerja.

               "Yang dibutuhkan hari ini adalah justru melakukan kekuatan konsumsi rumah tangga yang
               dipengaruhi daya beli dan pendapatan atau upah buruh," tuturnya.

               Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan draf RUU, yang merupakan omnibus law, akan
               diserahkan ke DPR RI pekan depan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan
               ada dua draf omnibus law yang akan diserahkan ke DPR.

               "Cipta lapangan kerja dan fasilitas perpajakan," kata Yasonna di kompleks MPR/DPR,
               Senayan, Jakarta, Kamis (16/1). (dwia/haf).




                                                      Page 145 of 267.
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151