Page 148 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 148
Title F-NASDEM: RUU OMNIBUS LAW HARUS PERHATIKAN ASPIRASI MASYARAKAT
Media Name antaranews.com
Pub. Date 18 Januari 2020
https://www.antaranews.com/berita/1254887/f-nasdem-ruu-omnibus-law-har us-
Page/URL
perhatikan-aspirasi-masyarakat
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy
Aditya menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) masuk Omnibus Law, harus
memperhatikan aspirasi dan masukan masyarakat.
Hal itu menurut dia agar tidak terjadi polemik seperti dalam proses pengesahan RUU
KUHP di DPR periode lalu.
"Pemerintah harus hati-hati dan mendengarkan aspirasi masyarakat, jangan sampai
terjadi seperti periode sebelumnya," kata Willy di Jakarta, Sabtu.
Dia mengatakan penolakan RUU Omnibus Law terkait Cipta Lapangan Kerja dari
serikat buruh, harus menjadi catatan khusus pemerintah yaitu harus melibatkan
buruh ketika penyusunan RUU tersebut.
Willy mengatakan, Presiden Jokowi memiliki target dalam penyelesaian RUU
Omnibus Law namun harus diikuti oleh para pembantunya dengan cara dan
metodologi yang baik.
"Presiden Jokowi harus diikuti dengan cara dan metodologi yang baik. Prosesnya
jangan kucing-kucingan, karena kalau itu dilakukan maka akan banyak penolakan,"
katanya.
Menurut dia, draf dan Naskah Akademik RUU omnibus law masih ada di Presiden
Jokowi sehingga masih ada waktu untuk menerima masukan masyarakat, apa yang
dirasa perlu untuk ditambahkan dan disolidkan.
Namun dia mengatakan semua keputusan akan kembali pada pemerintah, sejauh
apa pemerintah menawarkan drafnya, apakah solid atau tidak.
"Kalau solid maka cepat pembahasannya dan sesuai target Presiden Jokowi. Tapi ini
belum Rapat Paripurna, artinya belum masuk ke DPR dan kami belum tahu
bagaimana draftnya," katanya.
Willy memperkirakan RUU tentang Ibu Kota Baru yang masuk dalam Omnibus Law,
akan cepat pembahasannya karena sifatnya mendesak sementara yang lain belum
bisa diperkirakan.
Page 147 of 267.

