Page 136 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 136

Title          SERIKAT PEKERJA RAMAI-RAMAI TOLAK RUU OMNIBUS LAW
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      18 Januari 2020
                              https://republika.co.id/berita/q4an6i349/serikat-pekerja-ramairamai-to lak-ruu-omnibus-
               Page/URL
                              law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative














               Para serikat pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
               (KSPI) menolak kebijakan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja yang tengah diproses oleh pemerintah. Serikat menilai, kebijakan
               tersebut bukan untuk melindungi dan memperbaiki nasib pekerja namun justru
               melakukan degradasi terhadap perlindungan tenaga kerja.

               Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam
               Aziz mengatakan, berdasarkan berbagai pernyataan pemerintah yang disampaikan
               ke publik, omnibus law cenderung akan memperlemah kondisi tenaga kerja. Salah
               satu yang disoroti mengenai sistem kerja fleksibel yang menimbulkan
               ketidakejelasan terhadap status seorang pekerja.

               "Status hubungan kerja seolah dipermudah dan tidak jelas. Padahal, di Undang-
               Undang Nomor 13 Tahun 2013 itu sudah jelas. Ada pekerja tetap dan kontrak.
               Fleksibel ini menimbulkan ketidakpastian," kata Riden dalam Konferensi Pers di
               Jakarta, Sabtu (18/1).

               Hal lain yang disoroti serikat pekerja yakni mengenai upah kerja per jam. Ia menilai,
               sistem itu menimbulkan ketidakjelasan mengenau jaminan kesehatan, jaminan hari
               tua, serta jaminan hak-hak pekerja yang seharusnya diperoleh. Belum lagi, jika
               seorang pekerja ternyata ada yang tidak bisa bekerja bukan atas kemauannya.
               Terutama bagi ibu melahirkan yang harus mengambil cuti.

               Riden mengatakan, pemberian pesangon yang seharusnya diberikan kepada pekerja
               yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di suatu perusahaan juga diubah
               menjadi kompensasi."Kompensasinya disebut setara dengan tunjangan gaji enam
               bulan. Bagaimana dengan mereka yang sudah bekerja 20 atau 30 tahun dan
               terkena PHK? Pesangon yang seharusnya senilai 32 bulan gaji itu akan hilang,"
               katanya.

               Sekretaris Jenderal Asosiasi Pekerja Indonesia (Aspek) Sabda Pranawa Djati
               menyoroti soal keterlibatan serikat pekerja dalam proses perancangan RUU Omnibus
               Law. Ia mengaku, serikat pekerja tidak pernah dilibatkan, sedangkan para



                                                      Page 135 of 267.
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141