Page 133 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 133

Title          OMNIBUS LAW BUKAN UNTUK PERMUDAH TENAGA KERJA ASING KE INDONESIA
               Media Name     elshinta.com
               Pub. Date      18 Januari 2020
                              https://www.elshinta.com/news/197570/2020/01/18/omnibus-law-bukan-untu k-
               Page/URL
                              permudah-tenaga-kerja-asing-ke-indonesia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menegaskan bahwa
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja bukan untuk mempermudah tenaga kerja asing
               (TKA) untuk masuk ke Indonesia.

               Menurut dia tidak semua TKA dapat dengan mudah untuk masuk ke Indonesia
               sebab hanya yang memiliki keahlian saja yang akan diberikan izin. "Itu yang
               dipahami oleh beberapa pihak dengan mengatakan bahwa Omnibus Law
               memudahkan asing masuk. Padahal yang kita mau permudah adalah TKA ahli untuk
               kondisi tertentu," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/1).

               Ia mencontohkan, ada suatu pabrik tekstil besar yang secara mendadak mesinnya
               mati lalu pemerintah mendatangkan teknisi asing karena hanya dia yang bisa
               membetulkan.

               Jika mengikuti peraturan yang masih ada maka pengurusan izin untuk TKA sangat
               rumit sehingga mesin perusahaan tekstil tersebut dapat mati lebih lama dan akan
               merugikan perusahaan beserta pegawainya. "Perusahaannya rugi dan pekerjanya
               juga rugi karena enggak bisa kerja mesinnya mati," ujarnya.

               Oleh sebab itu, ia memastikan isu yang beredar di tengah masyarakat terkait
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja akan memudahkan tenaga asing masuk ke
               Indonesia tidak sepenuhnya benar.

               "Jangan disalahpahami bahwa Omnibus Law memudahkan asing masuk. Isu yang
               kita permudah adalah TKA dengan keahlian tertentu untuk kondisi tertentu. Semoga
               jelas," katanya.

               Sebelumnya pada Jumat (27/12/2019), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja
               Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengkhawatirkan dampak omnibus law kluster
               ketenagakerjaan yang berkenaan dengan upah, pesangon, tenaga kerja asing, dan
               jaminan sosial terhadap nasib para buruh.

               "Isi omnibus law tersebut sangat merugikan buruh. Antara lain pengurangan nilai
               pesangon, pembebasan TKA (tenaga kerja asing) buruh kasar, penggunaan
               outsourcing (alih daya) yang masif, jam kerja yang fleksibel, termasuk upah bulanan
               diubah menjadi upah per jam," katanya, demikian Antara.





                                                      Page 132 of 267.
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138