Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 129
Menaker Ida menyebut kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian,
kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat
mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga
mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan
ketenagakerjaan (IPK).
"Saya kira Pertamina termasuk perusahaan yang dipacu untuk terus meningkatkan
produktivitasnya. Mudah-mudahan menjadi perusahaan nasional berkelas dunia dan
menjadi energi tersendiri bagi pembangunan nasional, " kata Menaker Ida.
Menaker berharap agar K3 tidak dianggap sebagai penghambat investasi melainkan
menjaga investasi. Sebab pelaksanaan K3 menyangkut nyawa dan kesehatan
manusia serta keberlangsungan perusahaan. Jadi Menaker berharap K3 menjadi
prioritas dan budaya, bukan karena tuntutan Undang-Undang.
Menaker Ida juga berharap Pertamina RU V sebagai bagian perusahaan BUMN yang
memiliki potensi bahaya tinggi, ikut mendorong dan memotivasi perusahaan lain di
sekitarnya agar pelaksanaan K3 sapat berjalan secara efisien dan efektif.
"Saya harap semua pihak di Pertamina Balikpapan melakukan upaya konkrit
pelaksanaan K3, dengan lompatan inovasi dan Pertamina diharapkan menjadi
bagian penting mensupport bagaimana peningkatan produktivitas tenaga kerja, "
katanya
Dalam kunker ke Pertamina Balikpapan, Menaker Ida didampingi Anggota Komisi IX
DPR RI Anggi Ermani; Plt. Dirjen Binwasnaker & K3 Iswandi Hari; Direktur PNK3
Razmahadi dan Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan
Daerah HM Yadi Robyan Noor.
Kepada Direktur SDM Pertamina Koeshartanto; VP Projek HSSE Dit. Megaproyek
Pengolahan dan Petrokimia Sahadi; GM Refinery Unit V Balikpapan Mulyono dan
jajarannya, Menaker Ida menjelaskan kunjungannya ke Pertamina Balikpapan untuk
melihat secara langsung praktek pelaksanaan K3. Menaker Ida menyempatkan
meninjau gedung pelayanan kesehatan (site clinic) Pertamina.
"Kita ambil perusahaan yang high risk (resiko tinggi) sehingga kita semua merasa
nyaman, tenang, perlindungannya dapat dilakukan secara baik dan mudah-mudahan
produktivitas kita meningkat, " katanya.
Sedangkan Koeshartanto mengatakan pihaknya melalui divisi HSSE sudah
meningkat menjadi budaya. Jadi perilaku pegawai Pertamina telah menampatkan
safety sebagai mandatory atau keharusan, tetap harus dikedepankan.
"Jangan sampai satu centimeter atau satu inch pun kita lengah karenanya. Karena
kelengahan ini akan berimplikasi terhadap kinerja pegawai, " katanya.
Page 128 of 267.

