Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 130

Title          SENIN PEKAN DEPAN, BURUH GELAR DEMO TOLAK RUU OMNIBUS LAW CIPTA LAPANGAN
                              KERJA DI DPR
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      18 Januari 2020
               Page/URL       https://nasional.kompas.com/read/2020/01/18/14553501/senin-pekan-depan -buruh-
                              gelar-demo-tolak-ruu-omnibus-law-cipta-lapangan?page=all
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative











               Ketua Harian Konferensi Serikat Pekerjaan Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi
               mengatakan, serikat pekerja akan menggelar aksi unjuk rasa terkait penolakan Rancangan
               Undang-Undang (RUU) Omnibus Law di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin
               (20/1/2020).

               Rusdi mengatakan, aksi unjuk rasa tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi sejumlah kota
               besar di seluruh Indonesia akan menggelar aksi unjuk rasa yang sama seperti di Kepulauan
               Riau, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Jawa Timur.

               "Kemudian juga di Sulawesi Selatan Makassar, Sulawesi Utara di Manado, Gorontalo,
               Kalimantan Timur, insya Allah akan begerak serentak, dengan satu tujuan," kata Rusdi di
               LBH Jakarta, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2020).

               Rusdi menegaskan, KSPI tidak pernah manyatakan mendukung RUU Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja yang diusulkan pemerintah ke DPR RI.

               "Tadi sempat melihat spanduk-spanduk provokatif yang menyatakan bahwasanya DPP KSPI
               ini mendukung Omnibus Law. Hal itu menyudutkan, seolah-olah KSPI mendukung,"
               ujarnya.

               Sebelumnya diberitakan, Presiden KSPI Saiq Iqbal menjelaskan enam alasan penolakan dari
               serikat buruh terkait dengan RUU Omnibus Law, antara lain sebagai berikut :

               1. Menghilangkan upah minimum

               Dampak terburuk yang secara langsung dirasakan buruh adalah hilangnya upah minimum.
               Hal ini, terlihat, dari keinginan pemerintah yang hendak menerapkan sistem upah per jam.

               Dengan kata lain, pekerja yang bekerja kurang dari 40 jam seminggu, maka upahnya
               otomatis akan di bawah upah minimum.

               "Memang, ada pernyataan yang mengatakan jika pekerja yang bekerja 40 jam seminggu akan
               mendapat upah seperti biasa. Sedangkan yang di bawah itu menggunakan upah per jam,"
               kata Iqbal, Selasa (7/1/2020).





                                                      Page 129 of 267.
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135