Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MEI 2019
P. 124
"Kita juga meminta para gubernur beserta para bupati/wali kota untuk
memperhatikan, mengawasi, dan menegaskan ke pada para pengusaha di
wilayahnya untuk melaksanakan pembayaran THR tepat waktu," katanya.
Hanif menerangkan, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara
terus-menerus atau lebih memperoleh THR satu bulan upah, sedangkan bagi
pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus tetapi kurang
dari 12 bulan, THR-nya di berikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan
yang sudah ditetapkan, yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan satu bulan upah.
Sementara bagi pekerja harian lepas yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau
lebih, besaran THR-nya berdasarkan upah satu bulan yang dihitung berdasarkan
rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sedangkan bagi pekerja lepas yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan,
upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan
selama masa kerja.
Sekjen Organisasi Serikat Pe kerja Indonesia Timboel Siregar setuju dengan
imbauan Menaker yang meminta THR dibayar H-14. Menurut dia, dengan
pembayaran THR dua pekan sebelum Lebaran maka pekerja bisa membeli
barangbarang kebutuhan pokok dalam kondisi harga belum terlalu naik.
Selain itu, ketika ada perusahaan yang tidak bayar THR maka pengawas masih
punya waktu untuk melakukan penegakan hukum sehingga pekerja bisa dibayar
THR-nya sebelum hari H.
Timboel menuturkan, pengawas-pengawas ketenagakerjaan harus proaktif
mengawasi pembayaran. Pengawasan terutama dilakukan kepada perusahaan-
perusahaan yang mempunyai masalah pem bayaran THR pada tahun-tahun
sebelumnya.
Page 123 of 150.

