Page 138 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 OKTOBER 2021
P. 138

Ringkasan

              Pekerja  perempuan  menjadi  salah  satu  kelompok  yang  rentan  selama  pandemi.  Untuk  itu
              diperlukan  langkah-langkah  atau  kebijakan  untuk  meningkatkan  peran  dan  perlindungan
              angkatan  kerja  untuk  mendukung  pemulihan  ekonomi  selama  masa  pandemi.  Demikian
              dikatakan  Dirjen  Pembinaan  Penempatan  Tenaga  Kerja  dan  Perluasan  Kesempatan  Kerja
              (Binapenta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan, Suhartono dalam keterangan yang diterima
              Beritasatu.com, Rabu (20/10/2021).



              PERLU PEMBERDAYAAN PEKERJA PEREMPUAN UNTUK PEMULIHAN EKONOMI DI
              MASA PANDEMI

              Pekerja  perempuan  menjadi  salah  satu  kelompok  yang  rentan  selama  pandemi.  Untuk  itu
              diperlukan  langkah-langkah  atau  kebijakan  untuk  meningkatkan  peran  dan  perlindungan
              angkatan kerja untuk mendukung pemulihan ekonomi selama masa pandemi.

              Demikian dikatakan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan
              Kerja (Binapenta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan, Suhartono dalam keterangan yang
              diterima Beritasatu.com, Rabu (20/10/2021).

              Menurut laporan ILO, pekerja perempuan di kawasan Asia-Pasifik telah terkena dampak krisis
              secara  tidak  proporsional,  yaitu,  kehilangan  pekerjaan  yang  lebih  besar  daripada  laki-laki.
              Sebagian  besar  perempuan  di  kawasan  Asia-Pasifik  bekerja  di  sektor-sektor  yang  sangat
              terpengaruh oleh krisis. Sekitar 297 juta perempuan bekerja di sektor berisiko tinggi pada tahun
              2019 di Asia dan Pasifik, setara dengan 43,3% pekerja perempuan.

              Sementara itu berdasarkan survei tenaga kerja nasional, kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia
              saat ini mengalami pelemahan. Penyerapan tenaga kerja di pasar tenaga kerja turut mengalami
              penurunan. Diperkirakan 2.228.561 pekerja kehilangan pekerjaan, dan tingkat pengangguran
              meningkat sekitar 1,32% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

              Untuk itu dibutuhkan rumusan untuk memberdayakan dan melindungi tenaga kerja perempuan
              yang menjadi semakin rentan selama krisis pandemi.

              "Peningkatan  kesadaran  tentang  peran  perempuan  dan  perlindungan  perempuan  dalam
              angkatan kerja menjadi sangat penting, mengingat perempuan merupakan salah satu kelompok
              rentan yang perlu ditingkatkan peran dan perlindungannya," ujarnya.

              Di  sisi  lain,  Kemnaker  juga  mendorong  terciptanya  perlindungan  dan  rasa  aman  dalam
              pemenuhan hak bagi para pekerja perempuan. Untuk itu, serikat pekerja atau buruh diminta
              untuk terus melakukan dialog dengan manajemen perusahaan terkait hal tersebut.
              Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi mengatakan, diskusi dan komunikasi para pekerja perempuan
              dengan  manajemen  harus  terus  dilakukan.  Hal  itu  penting  untuk  membangun  budaya  zero
              tolerance for harassment, guna terwujudnya kenyamanan bekerja bagi perempuan.

              "Dialog  sosial  akan  sangat  berpengaruh  dan  memberikan  manfaat  bagi  inklusivitas  pekerja
              perempuan di dunia kerja," ujarnya.

              Menurutnya, para pekerja perempuan kerap kali mendapatkan bentuk kekerasan atau pelecehan
              seksual, baik verbal maupun nonverbal. Pemerintah menegaskan, kejadian atau kasus tersebut
              tidak boleh terjadi lagi.




                                                           137
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142