Page 100 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 AGUSTUS 2019
P. 100
Title SERIKAT PEKERJA PLN SOAL GAJI DAN BONUS MAU DIPOTONG: ITU POTENSI LANGGAR UU
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 07 Agustus 2019
https://www.tribunnews.com/bisnis/2019/08/07/serikat-pekerja-pln-soal- gaji-dan-
Page/URL
bonus-mau-dipotong-itu-potensi-langgar-uu
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia , JAKARTA - Serikat Pekerja PT.
Perusahaan Listrik Negara (Persero) menolak pemotongan gaji dan bonus karyawan
demi membayar kompensasi ke pelanggan akibat pemadaman listrik di sejumlah
wilayah Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019) lalu.
Sebelumnya, direksi PLN menjelaskan, pemotongan gaji karyawan itu demi
membayar ganti rugi sebesar Rp 839,88 miliar kepada 21,9 juta pelanggan yang
terdampak mati listrik massal.
"Saya sangat yakin pekerja tidak setuju gaji bulanannya dipotong, potensi
melanggar UU dan Peraturan lainnya," kata Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Eko
Sumantri saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (7/8/2019).
Eko menjelaskan, regulasi yang berpotensi dilanggar antara lain Undang-Undang
No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah No. 78
Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Eko merujuk pada Pasal 93 UU 13/2003 serta Pasal 24 PP 78 Tahun 2015 yang
mengatur upah tidak dibayarkan hanya jika pekerja tidak melakukan pekerjaan.
Dalam Pasal 24 PP 78 disebutkan pekerja yang tidak bekerja karena sakit, menikah,
hingga mengambil hak istirahat juga tetap harus dibayar upahnya.
Alih-alih memotong gaji karya, Eko menyarankan para anggota direksi menjadi
pihak yang berkorban untuk membayarkan kompensasi tersebut.
"Dalam pemberian gaji ada prosedurnya, jika saya jadi direksi maka tentu sebagai
pemimpin perusahaan saya duluan menolak dibayar gaji karena terjadi insiden tsb,"
ucapnya.
Page 99 of 156.

