Page 103 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 AGUSTUS 2019
P. 103

Dengan mengadopsi prinsip-prinsip perlindungan pekerja migran seperti yang
               tercantum dalam Asean Consensus on Protection and Promotion the Rights of
               Migrant Workers yang telah disepakati oleh seluruh negara anggota Asean.

               Harus diakui hingga kini, Malaysia dan Singapura masih memiliki keengganan untuk
               memenuhi komitmen tersebut karena dianggap terlalu memberatkan negara
               penerima.

               Secara konkrit, desakan ini harus dituangkan dalam pembaruan Bilateral Agreement
               antara Indonesia-Malaysia dan Indonesia-Singapura tentang perlindungan pekerja
               migran yang berlandaskan pada Asean Consensus serta instrumen-instrumen
               perlindungan HAM dan buruh migran yang telah diratifikasi dan diadopsi kedua
               negara.

               Menurutnya, Presiden Jokowi juga harus memberikan perhatian khusus terhadap
               nasib pekerja migran Indonesia di Malaysia, terutama mereka yang menjadi korban
               perdagangan manusia.

               Selama ini mereka rentan dikriminalisasi sebagai pendatang tidak berdokumen.
               Selain itu, masalah klasik yang selalu menjadi ganjalan hubungan diplomasi
               Indonesia - Malaysia adalah penanganan pekerja migran tidak berdokumen.

               Untuk hal ini harus ada desakan kuat untuk pemerintah Malaysia agar tetap
               menghormati prinsip-prinsip penegakan hak asasi manusia dalam penanganan
               pekerja migran Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia dan menjadi
               pekerja yang tidak berdokumen.

               Pemerintah Malaysia juga harus didesak untuk mengakhiri standar ganda dalam
               penanganan pekerja tak berdokumen, standar ganda itu terlihat dengan adanya
               kriminalisasi terhadap pekerja migran namun tidak ada kriminalisasi terhadap
               pengguna pekerja tak berdokumen.

               Secara khusus, Presiden Jokowi harus memberi desakan bahwa pemerintah
               Malaysia memastikan akses keadilan bagi pekerja migran yang menjadi korban
               kekerasan majikan, apalagi jika pelakunya memiliki kedekatan dengan kekuasaan
               negara.

               "Dalam kasus Adelina (juga beberapa kasus kekerasan yang dialami oleh
               perempuan pekerja migran lainnya) bahkan ada putusan pengadilan yang
               mencederai rasa keadilan korban," kata Wahyu.

               Situasi ini juga terjadi di Singapura dimana terdapat beberapa pekerja migran
               Indonesia, terutama yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga, menghadapi
               masalah hukum bahkan ada yang menghadapi ancaman hukuman mati, harus
               dipastikan pendapatan akses keadilan dan bantuan hukum.

               Untuk itu, Presiden Jokowi harus melakukan hal yang sama kepada pemerintah



                                                      Page 102 of 156.
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108