Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 114
Kemudian, perusahaan tidak melaksanakan syarat-syarat Keselamatan Kesehatan
Kerja (K3) sepenuhnya. Dari TKP, tim menemukan sumber api berasal dari pintu
belakang yang menjadi akses keluar masuk pekerja. Sementara, pintu depan
terkunci. Tak ayal, ketika terjadi kebakaran para pekerja tidak bisa menyelamatkan
diri lantaran tidak ada jalur evakuasi.
Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri di Jogjakarta, Kamis (29/3) Di
dalam pabrik tidak memiliki alat pemadam kebakaran. Fasilitas pertolongan pertama
pada kecelakaan (P3K) dan alat pelindung diri pun nihil. Ditambah, sirkulasi udara
juga tidak memenuhi syarat. "Enam pelanggaran itu menjadi pijakan pengawas
untuk menyelesaikan kasus ketenagakerjaan diperusahaan tersebut. Sikap
pengawas jelas, setiap pelanggaran harus ditindak," tegas Menteri Ketenagakerjaan
M Hanif Dhakiri, Senin (24/6).
Di sisi lain, Pelaksana Harian Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (PNK3) Amarudin mengatakan, hanya satu pekerja yang telah
terdaftar BPJS Ketenagakerjaan dari 30 korban meninggal. Yakni atas nama
Gusliana. "Ahli waris akan mendapatkan santunan kecelakaan kerja dari BPJS
Ketenagakerjaan sebesar Rp 150 juta," terangnya.
Sedangkan yang belum terdaftar, Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara akan
membuat penetapan pekerja yang tewas adalah korban kecelakaan kerja. Sehingga
ahli waris korban mendapatkan santunan kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang
berlaku.
Page 113 of 185.

