Page 161 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 161

Dalam kunjungan tersebut, Krishna menyatakan secara langsung menyampaikan
               belasungkawa dan rasa prihatin atas musibah yang dialami kepada orang tua
               Almarhumah Gusliana Bapak Hasan Suheri dan Ibu Kiptiah yang kehilangan dua
               orang putrinya pada musibah tersebut, Sahmayanti dan Gusliana.

               Kepada ahli waris disampaikan bahwa almarhumah Gusliana memiliki hak di BPJS

               Ketenagakerjaan sebagai peserta. Sehingga kewajiban BPJS Ketenagakerjaan untuk
               membayarkan santunan tersebut kepada ahli waris. Sedangkan untuk Sahmayanti,
               perusahaan berkewajiban untuk membayarkan sesuai ketentuan yang berlaku.
               Santunan yang nantinya diterima oleh ahli waris atas nama almarhum Gusliana
               sebesar Rp.150,4 Juta merupakan total manfaat yang diterima dari 4 program BPJS
               Ketenagakerjaan yaitu santunan JKK 48 x Upah yang dilaporkan, santunan Jaminan
               Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun yang dibayarkan secara
               lumpsum.

               "Semoga melalui santunan yang diterima dapat dimanfaatkan oleh ahli waris dan
               keluarga untuk melanjutkan kegiatan ekonomi keluarga setelah ditinggal Almarhum
               Gusliana," ujar Krishna.

               "BPJS Ketenagakerjaan juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua

               pihak yang telah membantu dan memberikan kemudahan sehingga pembayaran hak
               kepada ahli waris dapat dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kegiatan
               hari ini merupakan bukti Negara hadir dalam memberikan kepastian perlindungan
               jaminan sosial tenaga kerja kepada warga negaranya sebagai dampak terhadap
               resiko sosial yang terjadi dalam melakukan aktivitas pekerjaannya dalam memenuhi
               kebutuhan ekonomi," tambah Krishna.

               Almarhumah Gusliana merupakan pekerja PT Kiat Unggul yang telah terdaftar sejak
               Oktober 2018 sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan korban tewas
               lainnya merupakan pekerja harian lepas di PT Kiat Unggul yang belum terdaftar

               sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan. "Sesuai dengan aturan Peraturan
               Pemerintan Nomor 44 Tahun 2015 Pasal 27, Pemberi Kerja selain penyelenggara
               negara yang belum mendaftarkan pekerjanya kedalam program BPJS, maka bila
               terjadi resiko terhadap pekerjanya maka pemberi kerja selain penyelenggara negara
               wajib memberikan hak pekerja sesuai dengan ketentuan didalam Peraturan
               Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015," tutup Krishna.

               (*).







                                                      Page 160 of 185.
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166