Page 171 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 171

Title          TRAGEDI KECELAKAAN KERJA
               Media Name     harianbhirawa.com
               Pub. Date      25 Juni 2019
               Page/URL       http://harianbhirawa.com/tragedi-kecelakaan-kerja/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Tragedi kecelakaan (kecerobohan) kerja merenggut 23 jiwa pekerja pabrik korek
               gas, terjadi di Binjai (Sumatera Utara). Menjadi kecelakaan kerja paling tragis di
               Indonesia selama tiga tahun terakhir. Patut diduga, pemilik perusahaan melanggar
               berbagai undang-undang (UU) Ketenagakerjaan. Sekaligus melabrak HAM (Hak
               Asasi Manusia). Aparat negara, termasuk Komnas HAM, wajib sigap melindungi
               setiap buruh. Terutama yang bekerja dengan risiko tinggi.

               Pabrik pembuatan korek gas, merupakan industri dengan risiko kecelakaan kerja
               sangat rentan. Terutama potensi ancaman ledakan, dan kebakaran. Ironisnya,
               perusahaan korek gas di-operasional-kan setara industri rumahan. Lokasinya di
               pelosok pedesaan, menghindari kesan pabrik berisiko tinggi. Sekaligus menghindari

               peraturan upah minimum regional. Hal itu nampak pada perilaku pemilik
               perusahaan, yang coba kabur pada saat terjadi insiden kebakaran.

               Kecerobohan terhadap potensi kecelakaan kerja di Binjai, dapat dijadikan titik-balik
               pengawasan perburuhan, dan pengawasan K-3. Beberapa regulasi yang berkait,
               adalah UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenaga-kerjaan, serta UU Nomor 1
               tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Walau sebenarnya, UU tentang K-3 telah
               menjadi kewajiban, dan telah dikampanyekan sejak hampir setengah abad silam.
               Jargon, "Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja," telah terpampang hampir di
               seluruh pabrik.

               Kenyataannya, banyak pabrik (dan industri skala menengah dan besar) melanggar
               aturan UU tentang K-3. Dalam UU 1 tahun 1970, pasal 2 ayat (2) angka ke-2,
               disebutkan berlakunya asas wajib keselamatan kerja. Secara tekstual dinyatakan,

               "dalam tempat kerja dibuat, diolah, dipakai dipergunakan, diperdagangkan, diangkut
               atau disimpan bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit,
               beracun, menimbulkan insfeksi, bersuhu tinggi."

               Namun pengawasan ketenaga-kerjaan, hingga kini sangat lemah. Karena jumlah
               aparat pengawasan, tidak memadai. Secara nasional, jumlah pengawas
               ketenagakerjaan hanya sekitar 2000-an orang. Sedangkan kebutuhan pengawas
               secara nasional (untuk 415 kabupaten dan kota) mencapai 6000 orang. Berdasar




                                                      Page 170 of 185.
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176