Page 174 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 174
Hanif mengungkapkan, saat ini hingga beberapa tahun ke depan, Jepang akan
mengalami shortage tenaga kerja dan aging society. Dengan kondisi tersebut, untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif, maka Jepang harus merekrut
tenaga kerja asing.
Kebijakan baru dikeluarkan pemerintah Jepang dengan menerbitkan regulasi
keimigrasian berupa residential status baru bagi SSW (TKA) yang akan bekerja ke
Jepang.
"Dengan residential status tersebut, Pemerintah Jepang membuka peluang kerja
pada 14 sektor bagi tenaga kerja asing SSW. Total kuota SSW untuk seluruh
negara, termasuk Indonesian ada 345.150 tenaga kerja," kata Hanif.
Hanif menjelaskan, kondisi Jepang dengan aging population (penuaan) dan bonus
demografi (pemudaan) yang dialami Indonesia akan menguntungkan kedua belah
pihak dan memberikan manfaat bagi kedua pihak. "Kita targetkan lima tahun depan,
kita dapat mengambil sekitar 20% atau 70.000 orang dari 350.000 kebutuhan
tenaga kerja asing di Jepang," katanya.
Adapaun, sektor-sektor pekerjaan yang dibutuhkan antara lain, care worker;
building cleaning management; machine parts and tooling industries; industrial
machiner; industry electric, electronics; and information industries construction
industries shipbuilding and ship machinery industry; automobile repair and
maintenance; aviation industry; accomodation industry; agriculture; fishery and
aquacultur; manufacture of food and beverages; dan food service industry.
Untuk mempercepat proses penempatan ini, maka langkah, pertama, bisa dimulai
dari pemuda yang sedang mengikuti program pemagangan di Jepang. Sebelumnya
masa pemagangan hanya tiga tahun, maka bisa diperpanjang menjadi lima tahun.
Kedua, alumni pemagang Jepang yang sudah kembali ke Indonesia.
Membuka Peluang
Sementara itu, Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kerja, Maruli A
Hasoloan, menambahkan, kandidat tenaga kerja berketerampilan spesifik atau SSW
terbagi ke dalam empat kategori. Pertama, new comer yakni calon pekerja migran
Indonesia yang tidak memiliki pengalaman magang di Jepang dan berangkat
bekerja ke Jepang dari Indonesia.
Page 173 of 185.

