Page 172 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 172

data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Saat ini, seorang pengawas bekerja
               untuk 400 perusahaan.

               Sehingga pengawasan dilakukan seadanya. Tak jarang, pengawas hanya sekadar
               mampir untuk mengambil "honor" pengawasan di perusahaan. Seluruh proses
               produksi (dan manajemen usaha) dicatat oleh pengawas dengan laporan "baik."
               Sehingga kasus-kasus upah murah, pekerja di bawah umur, dan keselamatan kerja,

               bagai pepatah bara api dalam sekam. Setiap saat dapat menjadi "ledakan" masalah
               yang tiba-tiba booming.

               Seperti pernah terjadi tragedi kecelakaan kerja paling tragis selama seratus tahun
               terakhir, di Kosambi (Jawa Barat). Yakni, meledaknya pabrik mercon (petasan),
               dengan korban jiwa sebanyak 48 pekerja. Juga karena terjebak dalam kobaran api,
               dalam pabrik yang terkunci. Serta tidak tersedia sarana pengaman darurat (alat
               pemadam kebakaran). Berdasar penyelidikan Polisi, perusahaan petasan juga
               melanggar berbagai peraturan perburuhan

               Padahal sejatinya, Indonesia sangat memuliakan fungsi kinerja buruh. Antaralain
               termaktub dalam konstitusi dasar. UUD pasal 27 ayat (2), menyatakan "Tiap-tiap
               warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
               kemanusiaan." Amanat konstitusi ini tercantum dalam Bab ke-sepuluh, tentang hak

               dan kewajiban warga negara.

               Bahkan karena strategisnya hak-hak warga negara, konstitusi perlu mengulang
               peraturan perlindungan masyarakat khusus pekerja. Diatur tersendiri lebih lex
               specialist, melalui klausul urusan ketenaga-kerjaan. Bahkan dikelompok dalam
               dalam bab HAM. Yakni, pasal 28D ayat (2), dinyatakan, "Setiap orang berhak untuk
               bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan
               kerja."

               Tetapi berbagai peraturan seolah-olah mandul, karena tak pernah dikawal secara

               baik. Perusahaan yang bandel, tidak pernah diberi sanksi men-jera-kan.




















                                                      Page 171 of 185.
   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177