Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 41
Sebanyak 30 orang yang didominasi pekerja harian lepas tewas terpanggang api
karena terjebak di dalam pabrik.
"Tidak tahu. Setelah kejadian ini baru tahu informasinya. Ada dua tempat di
Kecamatan Binjai . Pabrik yang di Kecamatan Stabat mungkin tidak tahu," ujar Rizal,
Senin (24/6/2019).
"Saya tidak tahu karena kami tidak mengeluarkan rekomendasi atau izin. Ini
termasuk industri ilegal, tidak ada izin rumahan. Saya pastikan tidak ada," imbuh
Rizal.
Rizal menyebut PT Kiat Unggul menyewa rumah masyarakat untuk memproduksi
korek api gas. Menurut Rizal pihaknya kecolongan atas kejadian nahas tersebut.
"Ke depan kami akan tertibkan setelah didata, mana yang ada izin dan mana yang
belum, agar hal seperti ini tidak terulang. Kami turut berduka," ujar Rizal.
Pekerja Anak Kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini.
Mereka berinisial B, L dan IW. B adalah manajer yang mengontrak rumah, L
memiliki kaitan dengan bagian personalia PT Kita Unggul, sedangkan peran IW
masih didalami karena statusnya adalah warga Jakarta Barat.
Tiga tersangka ini disangkakan Pasal 359 KUP juncto Pasal 188 KUHP mengenai
sengaja menyebabkan kebakaran dengan ancaman penjara di atas lima tahun.
Selain menetapkan tersangka, kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan, "Barang bukti
yang berhasil diamankan ada empat, yaitu sepotong kayu, sisa mancis, gembok dan
gerendel pintu." PT Kiat Unggul terancam dibekukan hingga penutupan pabrik.
Perusahaan ini diketahui mempekerjakan anak-anak. Sebanyak lima dari 30 orang
korban tewas masih anak-anak.
"Nanti ditimbang apakah dicabut, dibekukan atau dihentikan. Dalam hal ini Polri
menyidik masalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para direksi dan
staf yang menyangkut masalah tersebut," papar Dedi.
Page 40 of 185.

