Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 83
Kelima , perusahaan belum mengikut sertakan pekerjanya dalam program jaminan
sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
"Hanya satu pekerja yang sudah didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan,
selebihnya belum," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/6).
Keenam, perusahaan belum melaksanakan sepenuhnya syarat-syarat Keselamatan
Kesehatan Kerja (K3). Dari olah tempat kejadian perkara, diketahui sumber api
berasal dari pintu belakang yang menjadi akses keluar masuk pekerja, sedangkan
pintu depan terkunci sehingga saat terjadi kebakaran para pekerja tak bisa keluar
menyelamatkan diri karena tidak ada jalur evakuasi.
Perusahaan juga tidak memiliki alat pemadam kebakaran dan sirkulasi udara yang
memenuhi syarat. Pabrik tidak dilengkapi fasilitas pertolongan pertama pada
kecelakaan (P3K), tidak tersedia alat pelindung diri (APD), serta berbagai
pelanggaran lain.
Secara terpisah, Pelaksana Harian Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (PNK3), Amarudin mengatakan, dari 30 korban meninggal, hanya
satu pekerja yang telah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan yakni atas nama Gusliana.
Ahli waris akan mendapatkan santunan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan
sebesar Rp150,4 juta.
Untuk santunan ahli waris pekerja yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan,
Dinas Tenaga Kerja Sumatra Utara akan membuat penetapan yang menyatakan
para korban sebagai korban kecelakaan kerja, agar ahli waris korban mendapatkan
santunan kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebakaran pabrik mengakibatkan 30 orang meninggal dunia. Mereka terdiri dari 24
pekerja borongan termasuk di dalamnya seorang pekerja anak atas nama Rina (15
tahun), lima anak sebagai pekerja borongan serta seorang adik pekerja yang
sedang berkunjung ke pabrik tersebut. Terdapat empat pekerja yang selamat dari
insiden tersebut.
Page 82 of 185.

