Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2019
P. 86
Pesan kedua Menaker, agar memperkuat sinergi dan kordinasi, kerja sama antar
unit, ego sektoral dan unit sektoral harus dibuang, karena ego-ego ini akan
menular.
"Ketiga, bekerja dengan terobosan, terutama di bagian Program Evaluasi dan
Pelaporan (PEP). Kalau buat program, jangan dikit-dikit copy paste. Tolong teman-
temen PEP, gali ide-ide baru, hal-hal baru, ilmu-ilmu baru, untuk bener-benar ada
inovasi di Kemnaker. Kuncinya, buka diri, buka pikiran dan saling membantu sama
lain, " katanya.
Ia menegaskan, seluruh proses pelantikan kepada 126 pejabat eselon sudah
disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Adapun tiga tujuan pelantikan tersebut yakni pertama untuk mengisi kekosongan
jabatan karena sudah banyak yang pension. Kedua, memberikan kesempatan
promosi bagi pegawai yang layak dipromosikan.
Ketiga, untuk penyegaran mutasi karena ada yang sudah lama bercokol di suatu
tempat.
"Semakin lama pejabat di suatu tempat, maka akan terjadi rezimentasi. Rezimentasi
ini membuat organisasi dan kaderisasi menjadi tidak berkembang, " katanya.
Hanif menilai, pejabat administrator dan pejabat pengawas merupakan ujung
tombak dari eksekusi kebijakan dan pelaksanan tugas di lapangan. Karena itu, selain
bisa cepat menyesuaikan diri dengan bidang tugas dan jabatannya, mereka harus
mengikuti dengan garis kebijakan di atasnya.
"Saya minta betul pejabat administrator dan pengawas bisa menjadi ujung tombak
dalam seluruh eksekusi program Kemnaker, dalam rangka menggenjot program
SDM yang akan makin tampak dari sisi pembiayaan di tahun 2020, " kata Hanif.
Page 85 of 95.

