Page 135 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 135
Dia menilai Menko Airlangga masih standar dalam bekerja karena belum mampu membuat
birokrasi kementerian teknis bawahannya bekerja ekstra di tengah pandemi ini.
Bima lantas mengarah ke Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menurut dia lamban dalam
realisasi anggaran, program stimulus, dan realisasi yang tidak sinkron.
"Banyak juga program stimulus tidak tepat sasaran, itu bagian perencanaan kan harusnya di
fiskal juga," ujar Bima dalam diskusi daring 'Menanti Perombakan Kabinet' pada hari ini, Sabtu,
4 Juli 2020.
Daftar menteri yang harus dicopot versi Indef lainnya adalah Menteri Ketenagakerjaan Ida
Fauziyah.
Menurut Bima, Ida harusnya sudah mengundurkan diri sejak polemik Program Kartu Prakerja.
"Dalam Kartu Prakerja manajemen teknisnya ditangani Kemenko Perekonomian. Itu dia udah
enggak punya power sama sekali karena dikangkangi Menko." Terakhir, peneliti Indef itu
menyebut Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki underperformance alias kurang
berkualitas. Bima melihat realisasi stimulus dunia usaha baru 6,8 persen, bahkan khusus UMKM
belum mencapai 1 persen..
134

