Page 184 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 184
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Disnakertrans) NTB, Abdul Hadi, menerangkan sampai saat ini pengiriman PMI memang harus
dihentikan. Merujuk pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 151 Tahun 2020 tentang
Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia.
PENGIRIMAN PMI MASIH DILARANG
Dibukanya kembali penerbangan langsung Kuala Lumpur - Lombok, memberi kesempatan bagi
Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia untuk kembali ke NTB. Kendati demikian, untuk
pengiriman PMI sampai saat ini masih belum bisa dilakukan.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Disnakertrans) NTB, Abdul Hadi, menerangkan sampai saat ini pengiriman PMI memang harus
dihentikan. Merujuk pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 151 Tahun 2020 tentang
Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia.
"Walaupun penerbangannya dibuka, kita tetap mengacu protokol kesehatan. Jadi Kementerian
Tenaga Kerja RI sudah mengeluarkan surat itu (Permenaker 151 2020) untuk penghentian
sementara. Kalau sudah dicabut itu, barus sudah (bisa dilakukan pengiriman PMI)," jelas Hadi
kepada Suara NTB, Jumat (3/7).
Terpisah, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram, Abri Danar
Prabawa, menerangkan dibukanya kembali penerbangan internasional Kuala Lumpur- Lombok
perlu menjadi atensi bersama. Terutama untuk menghindari keberangkatan non-prosedural PMI
NTB.
Diterangkan, sampai saat ini 6.456 PMI yang telah siap berangkat namun terhalang pandemi
virus Corona (Covid-19).
“Ini yang menjadi perhatian kita bukan yang kembali saja. Dengan pembukaan penerbangan
langsung ke Malaysia, kita juga melakukan koordinasi keberangkatan," ujar Abri kepada Suara
NTB, Jumat (3/7).
Untuk mengantisipasi PMI yang berusaha pergi ke negara penempatan tanpa mengikuti
prosedur pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di masing-
masing pintu masuk, termasuk bandara. Khususnya untuk melakukan pengecekan bagi warga
NTB yang memiliki rencana ke luar daerah atau ke luar negeri.
"Kami sudah sampaikan Peraturan Menteri Nomor 151 itu masih berlaku. Jadi kita pasti akan
cek (masyarakat yang akan ke luar ngeri). Kemarin (dengan penerbangan langsung) Cuma ada
2 penumpang yang berangkat, dan itu bukan PMI," jelasnya.
Di sisi lain, persentase kepulangan PMI dengan dibukanya penerbangan langsung Kuala Lumpur
- Lombok mengalami peningkatan drastis. Dari penerbangan perdana Kamis (2/7) lalu, tercatat
112 penumpang yang mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
183

