Page 217 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 217
Spekulasi pun berkembang, jika Terawan akan menjadi sasaran terkena reshuffle kabinet karena
di antaranya penyerapan anggaran untuk Corona sangat minim padahal dianggarkan sekitar Rp
75 triliun.
MENKES TERAWAN MASUK DIPREDIKSI BAKAL KENA RESHUFFLE, DINILAI TAK
JALANKAN INTRUKSI PRESIDEN JOKOWI
TRIBUNSOLO.COM - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi sosok yang dikritik
langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan para menteri lain saat rapat beberapa hari
lalu.
Spekulasi pun berkembang, jika Terawan akan menjadi sasaran terkena reshuffle kabinet karena
di antaranya penyerapan anggaran untuk Corona sangat minim padahal dianggarkan sekitar Rp
75 triliun.
Bahkan Presiden Jokowi telah mengemukakan akan melakukan reshuffle kabinet jika memang
diperlukan agar menterinya tidak bekerja biasa-biasa saja. Terutama terhadap menteri yang
kinerjanya buruk selama pandemi Corona.
Seperti diketahui, Video kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial. Dalam
video yang ditayangkan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020),
Presiden Jokowi menyoroti kurangnya kinerja para menteri di kabinetnya. Dia juga menilai para
menterinya tidak memiliki sense of crisis di tengah situasi pandemi virus corona.
"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja." "Saya jengkelnya di situ. Ini
apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis!" ujar Presiden Jokowi.
Ucapan Presiden Jokowi lantas disetujui oleh orang banyak.
Lalu kira-kira siapa saja menteri yang mungkin diganti? Direktur Eksekutif Indonesia Political
Review Ujang Komaruddin berpendapat terdapat sejumlah menteri yang layak diganti.
Berikut daftar menteri yang layak diganti menurut Ujang Komarudin:
1. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto Menkes Terawan menjadi salah satu menteri
yang menurut Ujang layak diganti. Menkes Terawan, kata Ujang, dinilai tak menjalankan
instruksi Presiden Jokowi soal belanja anggaran Kemenkes. Bahkan, Presiden Jokowi menyebut
bahwa belanja sektor kesehatan baru 1,53 persen dari Rp75 triliun.
2. Menteri Sosial Juliari Batubara Berdasarkan pendapat Ujang, Mensos Juliari juga layak
diganti. Juliari dianggap tak bisa mengendalikan pendistribusian bantuan sosial (bansos)
Presiden kepada masyarakat. Dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi diketahui memang
menyoroti soal lambannya penyaluran bansos.
"Kecepatan yang kita inginkan agar bansos segera sampai ke masyarakat ternyata di lapangan
banyak kendala dan problemnya memang masalah prosedur yang berbeli-belit." "Padahal
situasinya situasi tidak normal (ekstraordinary)," kata Presiden Jokowi dalam Ratas 19 Mei 2020
sebagaimana dikutip dari YouTube Sekretariat Kabinet.
Presiden Jokowi memerintahkan agar penyaluran bansos dilakukan secara cepat.
"Sekali lagi ini butuh kecepatan. "Oleh karena itu saya minta aturan itu dibuat sesimpel mungkin
sesederhana mungkin tanpa mengurangi akuntabilitas sehingga pelaksana di lapangan bisa
fleksibel."
216

