Page 218 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 218

"Yang paling penting bagaimana mempermudah pelaksanan itu di lapangan," ujarnya.

              3. Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah  Selanjutnya ada Menaker Ida Fauziah.

              Ujang berpendapat, Ida Fauziah dinilai tidak bisa mengendalikan pemutusan hubungan kerja
              (PHK).

              4. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly  Ujang juga menyebut Menkumham Yasonna Laoly
              sebagai salah satu menteri yang layak diganti. Ujang menganggap, Menkumham Yasonna terus
              menimbulkan kontroversi di masyarakat.

              "(Yasonna,red) Sudah tahu sendiri banyak kontroversi. Tapi masih aman karena partai," ucap
              Ujang.

              5. Menteri-menteri di Bidang Ekonomi  Selain empat menteri di atas, Ujang juga menganggap
              menteri-menteri di bidang ekonomi juga layak diganti.

              Tim menteri ekonomi di kabinet dinilai tak siap menghadapi krisis akibat pandemi ini. Namun,
              ia tak menyebut spesifik nama menteri yang dinilai perlu diganti.

              "Tim  menteri  ekonomi  itu  kan  tak  siap  dalam  menghadapi  Corona.  Akhirnya  kedodoran,"
              jelasnya.

              Sentimen Negatif

              Sebelumnya deretan menteri Joko Widodo di kabinet Indonesia Maju mendapat lebih banyak
              sentimen negatif dari warga, khususnya warganet di berbagai media sosial.

              Sentimen negatif tersebut datang karena beberapa kebijakan yang membingungkan bahkan
              cenderung tidak sinkron antar-kementerian terhadap penanganan virus corona (Covid-19) di
              Indonesia.

              Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dalam hasil risetnya mengungkap,
              setidaknya  terdapat  menteri  yang  paling  banyak  mendapat  sentimen  negatif  dan  1  menteri
              mendapat sentimen positif.

              Hasil  riset  yang  diambil  dari  tanggal  27  Maret  -  5  April  2020  menggunakan  big  data  yang
              menjaring  percakapan  di  media  sosial  tentang  individu  penjabat  dan  jajaran  pemerintahan
              dengan menghilangkan buzzer.


              Analisis  menunjukkan,  dari  476.696  perbincangan  yang  mencakup  397.246  orang  di  media
              sosial dalam periode waktu tersebut menghasilkan 32,23 persen sentimen positif dan 67,77
              persen sentimen negatif.

              Berikut ini 3 menteri Jokowi yang kerap dapat sentimen negatif dari publik.

              1. Yasonna Laoly Menteri Hukum dan HAM RI

              Yasonna Laoly mendapat sentimen negatif dari warganet karena kebijakannya yang menuai
              kontroversi  selama  pandemi  berlangsung.  Kebijakan  Yasonna  yang  kerap  disebut  "blunder"
              adalah pembebasan napi dan koruptor.

              Pemerintah beranggapan, napi yang tetap berada dalam sel membuatnya rentan terhadap virus
              corona.

              Namun, warganet menilai kebijakan itu tidak efektif. Napi asimilasi tersebut sering melakukan
              kejahatan kembali karena sulitnya ekonomi di masa virus corona.

                                                           217
   213   214   215   216   217   218   219   220