Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 38

dulu  mencabut  Surat  Keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  151  Tahun  2020  tentang
              Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran RI, berlaku sejak 20 Maret 2020.

              Benny menambahkan, ia sudah bertemu Menaker Ida Fauziyah untuk membicarakan relaksasi
              pemberangkatan  pekerja  migran  di  tengah  pandemi  Covid-19.  Lobi-lobi  diplomatik  juga
              diintensifkan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan tiap negara, khususnya dengan empat
              negara penempatan utama, yakni Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Hong Kong.

              "Dalam  diskusi  ditemukan  kesepahaman,  relaksasi  penting  untuk  mengurangi  angka
              pengangguran. Kami berharap paling lambat Oktober sudah bisa diberangkatkan," kata Benny.

              Benny menambahkan, potensi devisa dari 43.000 pekerja migran itu diperkirakan Rp 5,7 triliun,
              yang bisa dipertimbangkan untuk menyelamatkan perekonomian.

              Jumlah penganggur di Indonesia bertambah selama pandemi Covid-19 yang memukul berbagai
              sektor perekonomian. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat, selama empat
              bulan pandemi, 6,4 juta pekerja dirumahkan tanpa upah dan dikenai pemutusan hubungan kerja
              (PHK).

              Menurut  data  Kemenaker,  pengangguran  bersumber  dari  pekerja  formal  korban  PHK  dan
              dirumahkan, pekerja informal yang kehilangan sumber nafkah, serta pekerja migran RI yang
              batal berangkat dan dipulangkan karena Covid-19. Jumlahnya 1,79 juta orang.

              Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sebanyak 6,88 juta orang di Indonesia menganggur per
              Februari 2020.

              Kesehatan dan diplomasi

              Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo mengingatkan pemerintah perihal risiko kebijakan
              relaksasi  di  tengah  pandemi  Covid-19  yang  belum  usai,  yakni  keselamatan  dan  kesehatan
              pekerja. Proses persiapan dan pemberangkatan yang terburu-buru juga bisa menjadi bumerang
              yang mengganggu hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain.


              Alih-alih  lepas  tangan  dan  memberangkatkan  pekerja  migran  ke  negara  lain,  pemerintah
              seharusnya fokus memaksimalkan skema jaring pengaman sosial dan program padat karya bagi
              para pekerja migran.

              Direktur  Jenderal  Pembinaan  Penempatan  Tenaga  Kerja  Kementerian  Ketenagakerjaan  Aris
              Wahyudi  mengatakan,  pemerintah  sedang  mengevaluasi  Surat  Keputusan  Menaker  No
              151/2020.  Evaluasi  itu  dilakukan  sesuai  kesiapan  di  daerah  asal  calon  pekerja  migran  dan
              memperhatikan protokol keimigrasian dan kesehatan di negara tujuan. (AGE)






















                                                           37
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43