Page 35 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 35

BANYAK BURUH HAMIL KEGUGURAN, BURUH ES KRIM AICE DEMO DI DEPAN DPP
              PKB

              Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (F-SEDAR) yang menaungi ratusan buruh es krim
              Aice  dalam Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia PT Alpen Food Industry (SGBBI PT AFI)
              kembali menggelar aksi unjuk rasa.

              Mereka menggelar aksi menuntut perbaikan upah dan kondisi kerja  buruh es krim Aice  di
              depan Kantor DPP PKB, Kedutaan Besar Singapura, dan Kementerian Ketenagakerjaan, pada
              Minggu (5/7/2020).

              Juru Bicara F-SEDAR Sarinah mengemukakan sejak tanggal 20 Februari 2020, buruh PT Alpen
              Food Industry yang tergabung dengan SGBBI PT AFI berjuang untuk memperbaiki upah dan
              kondisi kerja dengan melakukan aksi mogok kerja.

              Aksi mogok kerja itu dilakukan setelah gagalnya perundingan bipartit maupun tripartit dengan
              PT. AFI yang notabenenya ialah sebuah perusahaan modal asing yang pemegang sahamnya
              asal Singapura.

              Namun, Sarinah mengungkapkan bukan memenuhi tuntutan buruh, PT AFI justru melakukan
              pemutusan hubungan kerja atau PHK secara sepihak kepada buruh yang melakukan mogok
              kerja.

              "Kami  menduga  perusahaan  telah  melakukan  tindakan  balasan  terhadap  mogok  kerja  kami
              dengan melakukan PHK sepihak terhadap buruhnya," kata Sarinah dalam keterengan tertulis
              kepada Suara.com, Minggu (5/7/2020).

              Di sisi lain, Sarinah mengungkapkan PT AFI juga masih memperkejakan buruh hamil pada shift
              malam dengan kondisi kerja yang tidak layak lantaran kondisi kerja yang dibebankan dengan
              target.
              Setidaknya sepanjang tahun 2019 hingga awal  2020, Sarinah menyebutkan telah terjadi 14
              kasus  keguguran  dan  enam  kasus  buruh  PT  AFI  yang  hamil  bayinya  meninggal  dunia  saat
              dilahirkan.

              "Baru-baru ini juga terjadi dua kasus keguguran lain yang menimpa buruh perempuan Aice.
              Padahal buruh telah melakukan tiga kali perundingan bipartit dengan pihak Perusahaan PT.
              Alpen  Food  Industry  (PT.  AFI)  untuk di  pekerjakan  non  shift  untuk  ibu  hamil,  namun  tidak
              pernah ada kesepakatan antara buruh dengan pihak perusahaan," ungkap Sarinah.

              "Terakhir kami menemukan fakta ibu hamil dinonshiftkan dari kerja shift 3 (23.00-07.00) saat
              usia kandungan mencapai 5 bulan. Selebihnya buruh masih dipekerjakan malam dari dari jam
              18.00 sampai 23.00 WIB," imbuhnya.

              Lebih lanjut, Sarinah menuturkan bahwasanya pada tanggal 3 Maret 2020, perwakilan buruh es
              krim Aice sedianya telah mengajukan pelaporan terkait permasalahan ibu hamil yang masih
              dipekerjakan  shift  malam,  dugaan  maladministrasi  persoalan  anjuran  dari  Dinas
              Ketenagakerjaaan Bekasi, permasalahan outsourcing, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
              dan buruh yang dipekerjakan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang terjadi PT
              AFI kepada Kementerian Ketenagakerjaa.

              Namun, hingga saat ini buruh tidak ada respon positif atau kepastian dari Kemenaker terhadap
              nasib para buruh es krim Aice.





                                                           34
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40