Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 37
Judul Pekerja Migran Bisa Berisiko
Nama Media Kompas
Newstrend Rencana Relaksasi Penempatan PMI
Halaman/URL Pg15
Jurnalis Age
Tanggal 2020-07-06 05:01:00
Ukuran 188x154mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 93.060.000
News Value Rp 279.180.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) Dalam diskusi ditemukan kesepahaman, relaksasi
penting untuk mengurangi angka pengangguran. Kami berharap paling lambat Oktober sudah
bisa diberangkatkan
Ringkasan
Keberangkatan 43.000 pekerja migran Indonesia tertunda akibat pandemi Covid 19. Pemerintah
berencana memberangkatkan mereka demi menekan pengangguran.
Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, pemerintah mengkaji rencana untuk kembali
memberangkatkan pekerja migran Indonesia. Alasannya, demi mengurangi pengangguran.
PEKERJA MIGRAN BISA BERISIKO
Keberangkatan 43.000 pekerja migran Indonesia tertunda akibat pandemi Covid 19. Pemerintah
berencana memberangkatkan mereka demi menekan pengangguran.
Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, pemerintah mengkaji rencana untuk kembali
memberangkatkan pekerja migran Indonesia. Alasannya, demi mengurangi pengangguran.
Langkah ini menempatkan pekerja pada situasi berisiko. Pemerintah diminta tidak lepas tangan,
tetapi memaksimalkan program padat karya dan jaring pengaman sosial.
Berdasarkan catatan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dari 83.000 orang
yang terdaftar sebagai calon pekerja migran, sebanyak 43.000 orang di antaranya lolos
kualifikasi serta sudah mengantongi visa dan paspor. Keberangkatan mereka tertunda akibat
kebijakan penguncian wilayah beberapa negara tujuan.
Menurut Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Minggu (5/7/2020), calon pekerja migran berdokumen
lengkap itu siap diberangkatkan lagi ke negara penempatan. Namun, pemerintah harus lebih
36

