Page 8 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 8
Judul Tak Cukup Menyetop Pelatihan Prakerja
Nama Media Koran Tempo
Newstrend Kartu Pra Kerja
Halaman/URL Pg11
Jurnalis Tajuk Rencana
Tanggal 2020-07-06 06:02:00
Ukuran 206x65mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 44.413.600
News Value Rp 133.240.800
Kategori Ditjen Binalattas
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Keputusan pemerintah menghentikan paket pelatihan dalam program Kartu Prakerja tidak
menyelesaikan masalah. Tak bisa lain, pemerintah seharusnya mengoreksi program ini secara
total, dari hulu sampai hilir, guna menghentikan pemborosan dan penyalahgunaan anggaran
negara.
Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja akhirnya menyetop seluruh transaksi dan
penjualan paket pelatihan online yang disediakan delapan lembaga mitra platform digital.
Alasannya, tak ada mekanisme yang menjamin peserta program akan menuntaskan materi
pelatihan. Peserta bisa menerima sertifikat dan uang insentif meski belum menuntaskan paket
pelatiha!n yang mereka pilih secara gelondongan.
TAK CUKUP MENYETOP PELATIHAN PRAKERJA
Keputusan pemerintah menghentikan paket pelatihan dalam program Kartu Prakerja tidak
menyelesaikan masalah. Tak bisa lain, pemerintah seharusnya mengoreksi program ini secara
total, dari hulu sampai hilir, guna menghentikan pemborosan dan penyalahgunaan anggaran
negara.
Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja akhirnya menyetop seluruh transaksi dan
penjualan paket pelatihan online yang disediakan delapan lembaga mitra platform digital.
Alasannya, tak ada mekanisme yang menjamin peserta program akan menuntaskan materi
pelatihan. Peserta bisa menerima sertifikat dan uang insentif meski belum menuntaskan paket
pelatiha!n yang mereka pilih secara gelondongan.
Menghentikan paket pelatihan online itu seperti hanya menutup kebocoran di bagian hilir.
Padahal Kartu Prakerja, yang merupakan janji kampanye pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin,
sudah bermasalah sejak hulunya. Semula, sasaran program Kartu Prakerja adalah warga negara
berusia minimal 18 tahun yang tengah mencari kerja, pekerja sektor informal, serta pelaku
usaha mikro dan kecil. Belakangan, pemerintah membelokkan program ini untuk menangani
pengangguran baru akibat wabah pandemi Covid-19. Namun pemerintah tidak mengubahnya
7

