Page 9 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 JULI 2020
P. 9

menjadi bantuan langsung tunai. Peserta program baru mendapat insentif setelah menjalani
              sejumlah pelatihan daring.

              Begitu  dibelokkan,  program  Kartu  Prakerja  langsung  berpotensi  salah  sasaran.  Korban
              pemutusan hubungan kerja (PHK) umumnya telah memiliki keterampilan khusus. Yang paling
              mereka perlukan bukan lagi pelatihan, melainkan pengganti sumber pendapatan yang hilang.
              Lagi pula, pelatihan keterampilan baru bisa sia-sia bila dunia usaha tak bisa menyerap korban
              PHK itu.
              Program  dengan  anggaran  Rp  20  triliun  pada  2020  ini  juga  melenceng  dari  aturan  ketika
              pemerintah menggandeng delapan lembaga sebagai mitra. Penyedia platform digital itu ditunjuk
              tanpa  lelang,  sehingga  melanggar  prinsip  persaingan  sehat,  transparansi,  keadilan,  serta
              akuntabilitas pengadaan barang dan jasa pemerintah. Padahal uang negara yang dialokasikan
              untuk delapan mitra itu tidaklah kecil, sekitar Rp 5,6 triliun.

              Belakangan,  terungkap  pula  bahwa  lima  dari  delapan  mitra  itu  terlibat  konflik  kepentingan.
              Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan 250 dari 1.895 paket pelatihan terafiliasi dengan
              kelima mitra tersebut. Padahal, aturannya, mitra platform hanya menyeleksi dan menawarkan
              pelatihan yang disediakan lembaga lain.

              Pemerintah juga keliru ketika memaksakan program pelatihan berbasis teknologi digital tanpa
              basis data yang akurat tentang kondisi demografi serta kebutuhan calon peserta. Manajemen
              pelaksana  Kartu  Prakerja,  misalnya,  memverifikasi  calon peserta dengan  teknologi  pengenal
              wajah, bukan dengan mengandalkan data induk kependudukan. Lagi-lagi, potensi pemborosan
              terbuka lebar.

              Pemerintah harus mengoreksi total kebijakan Kartu Prakerja. Sembari merumuskan ulang target
              program, pemerintah tak peiiu segan menggandeng mitra lain melalui prosedur lelang yang
              benar.  Sedangkan  untuk  pelatihan  yang  tidak  tuntas,  pemerintah  seharusnya
              membatalkan'pembayaran bagi mitra dan menahan insentif untuk peserta.

              Tak hanya itu, bau amis program Kartu Prakerja juga terlalu menyengat-untuk dibiarkan tersapu
              angin. Penegak hukum seharusnya mengusut apa yang terjadi di balik karut-marut program ini.


































                                                            8
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14