Page 81 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 AGUSTUS 2019
P. 81

Seminar bertema "Sumber Daya Manusia Unggul di Era Industri 4.0" dihadiri
               diantaranya oleh Dirjen Binalattas, Bambang Satrio Lelono; Ketua Badan Nasional
               Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat; Sugeng Bahagijo, Direktur
               Pemagangan, Darwanto; anggota Komite Pelatihan Vokasi Nasional (KPVN), Sugeng
               Bahagijo; Ketua Dewan Pengarah Gerakan Nasional SDM Indonesia Kompeten
               (GNIK), Ahmad S. Ruky; dan Yunus Tryonggo, selaku Inisiator GNIK.

               Khairul mengatakan pentingnya peran praktisi SDM dalam mengatasi problem
               missmatch ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satunya terkait dengan relevansi

               kompetensi SDM dengan permintaan di pasar kerja atau dunia industri.

               "Karena itu, bagaimana membangun ekosistem ketenagakerjaan bisa kondusif dan
               bisa berkolaborasi dengan praktisi SDM? Pengakuan sertifikasi kompetensi kita akan
               dilakukan dengan dimulai dari para praktisi SDM, dan nantinya akan dirasakan para
               tenaga kerja kita," katanya.

               Menurut Khairul, hal mendasar yang mendesak dilakukan adalah melakukan
               perbaikan data ketenagakerjaan secara akurat. Langkah perbaikan itu sesuai
               dengan UU Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan
               (WLKP).

               "Saya mendorong GNIK untuk bisa mensosialisasikan kepada perusahaan,
               melaporkan kondisi perusahaan melalui WLKP secara online. Saat ini baru 152ribu

               perusahaan yang baru melapor. Tanpa data valid, kita akan sulit inisiasi program
               yang benar-benar efektif, " katanya.

               Selain WLKP online yang output-nya akan menghasilkan data yang bisa digunakan
               oleh pemerintah pusat, maupun daerah, Kemnaker juga sedang mengembangkan
               sistem layanan masyarakat terutama kepada pencari kerja (pencaker) dalam
               pelayanan untuk mendaftar secara online.

               "Sehingga di masa depan, praktisi SDM akan mudah mengakses data-data tenaga
               kerja yang kompeten di bidangnya masing-masing. Tugas Kemnaker yakni

               mempertemukan supply and demand, " tambahnya.

               Sementara itu, Bambang Satrio Lelono menambahkan, untuk memperluas
               pelaksanaan pemagangan di perusahaan, Binalattas sedang mengembangkan
               program dan skema pemagangan di sektor otomotif, pertanian, informatika,
               garmen, alas kaki, kecantikan, ketahanan pangan, UMKM, wirausaha dan aviasi.






                                                       Page 80 of 87.
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86