Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 AGUSTUS 2019
P. 78

Gangguan pada sektor ini akan mengurangi kemampuan penyerapan tenaga kerja.

               "Jangan sampai terdapat pengangguran yang bisa mengoyang (kestabilan,-red)
               masyarakat," ujarnya.

               Sementara itu, Kepala Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman,
               Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Mogadishu Djati
               Ertanto menjelaskan SKT merupakan industri pengolahan hasil tembakau yang

               menyerap tenaga kerja yang besar.

               Dia menilai, kondisi SKT saat ini mengalami tren penurunan produksi, tercatat pada
               tahun 2011 produksi SKT mencapai 96,53 milyar batang, dan sedangkan produksi
               tahun 2018 mencapai 65,81 milyar batang. Dalam periode 2013 hingga 2018, 32
               ribu orang pekerja di sektor itu terpaksa kehilangan pekerjaan.

               Sebab, pabrik-pabrik tempat mereka bekerja tutup.

               "Tren penurunan ini berimbas bukan hanya tenaga kerja di industri namun juga
               pada petani cengkeh," ujarnya.

               Jika, mengacu data dari Kementerian Perindustrian, total tenaga kerja yang diserap
               oleh sektor industri rokok sebanyak 5,9 juta orang, terdiri dari 4,28 juta pekerja di

               sektor manufaktur dan distribusi.

               Sementara itu, 1,7 juta pekerja berada di sektor perkebunan. Selain dari aspek
               tenaga kerja, industri rokok telah meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal dari
               hasil perkebunan seperti tembakau dan cengkeh.

               Terkait hal ini, pada tahun 2011 Kementerian Perindustrian juga mencatat ada
               2.540 pelaku industri yang memesan cukai produk tembakau. Pada 2017,
               pemesannya tersisa 487 saja alias berkurang lebih dari 2.000 pelaku industri.


               Hal tersebut, berimbas luas bagi para pekerja sektor IHT yang lantas kehilangan
               pekerjaan.

               Adapun, anggota DPR RI Fraksi PKB Faisol Reza menekankan perlunya insentif
               untuk industri padat karya untuk dapat berkembang.

               Insentif diperlukan padat karya untuk melindungi ketenagakerjaan.




                                                       Page 77 of 87.
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83