Page 332 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 JULI 2020
P. 332
Menaker menambahkan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada seluruh
kementerian/lembaga untuk melakukan mitigasi dampak pandemi Covid-19. Untuk itu,
Kemenaker melakukan refocussing sejumlah program dan kegiatan. Salah satunya adalah
program padat karya infrastruktur dan padat karya produktif yang di-refocussing menjadi
kegiatan penyemprotan disinfektan.
Melalui kegiatan itu, pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan akan mendapatkan insentif dari
Kemenaker. Program itu sudah berjalan sejak Maret 2020.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan penyemprotan disinfektan melibatkan kurang lebih 70
pekerja yang terdampak covid-19. Masing-masing pekerja juga mendapatkan insentif uang.
Menaker menyatakan, jika tidak ada aral melintang, ia pasti menyempatkan diri untuk
menghadiri kegiatan tersebut. "Ini kegiatan setiap jumat. Kegiatan pemberdayaan bagi
teman-teman yang di-PHK, dirumahkan, dengan cara kita arahkan untuk penyemprotan di
lingkungan yang membutuhkan penyemprotan disinfektan," terangnya.
Dalam kegiatan penyemproran disinfetan, Menaker juga menyerahkan bantuan sembako
kepada masyarakat di sekitar area penyemprotan disinfektan. Dalam menggalang bantuan,
Kemenaker melibatkan sejumlah perusahaan. Sedangkan pendistribusiannya, Kemenaker
melibatkan warga setempat.
Kepada para pekerja/buruh dan warga setempat, Menaker juga mengingatkan pentingnya
menerapkan protokol kesehatan dalam segala aktivitas. Agar dapat diterapkan dengan baik,
ia berharap tidak dianggap sebagai sebuah kewajiban, namun sebagai sebuah kebutuhan.
Berdasarkan data Kemenaker, jumlah pekerja yang terdampak covid-19 sebanyak 1.757.464
pekerja. Terdiri dari pekerja sektor formal yang di-PHK sebanyak 380.221 pekerja; pekerja
sektor formal yang dirumahkan sebanyak 1.058.284 pekerja; serta pekerja sektor informal
dan UMKM yang terdampak covid-19 sebanyak 318.959 orang. (S1-25).
Page 331 of 345.

