Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 NOVEMBER 2019
P. 125
Title KARTU PRAKERJA DISESUIKAN DENGAN KEBUTUHAN SETIAP DAERAH
Media Name jawapos.com
Pub. Date 21 November 2019
https://www.jawapos.com/nasional/21/11/2019/kartu-pra-kerja-disesuikan -dengan-
Page/URL
kebutuhan-setiap-daerah/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah menyediakan kuota 2 juta untuk mengisi program kartu Pra-Kerja tahun
depan. Jumlah tersebut nantinya tidak dibagi rata. Tapi, disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing daerah.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah menuturkan, ada variabel yang
dijadikan pertimbangan untuk pembagian kuota program kartu Pra-Kerja ini. Di
antaranya, tingkat pengangguran terbuka (TPT), jumlah pekerja mudahnya, hingga
lowongan kerjanya di daerah tersebut.
"Kalau daerah itu TPT-nya tinggi, akan mendapatkan kesempatan lebih banyak dari
yang lebih rendah. Jadi kuota tiap daerah beda," ujarnya ditemui usai rapat
bersama Komisi IX DPR RI, di kompleks Senayan, Rabu (20/11).
Jika berdasar pada tingginya angka TPT tersebut, maka dipastikan Banten, Jawa
Barat, Maluku, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sulawasi Utara bakal mendapat jatah
kuota lebih banyak. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2019, kelima
provinsi tersebut menempati posisi lima teratas untuk TPT tertinggi.
"Paling rendah Bali sebesar 1,52 persen. Sementara tertinggi Banten yakni 8,11
persen," ungkap Ida.
Hanya saja, fakta tersebut agak kontradiktif dengan potensi lowongan kerja.
Pasalnya, Jawa Barat, Banten, dan Kepri masuk di deretan provinsi yang memiliki
lowongan kerja terbanyak. Artinya, para tenaga kerja di sana tidak terserap dengan
baik.
Menaker mengakui adanya kesenjangan tersebut. Dia berdalih, kondisi tersebut
terjadi lantaran link and match tidak nyambung. Lalu, kebutuhan demand tidak
sesuai dengan jumlah pengangguran yang ternyata lebih banyak. Oleh sebab itu,
lanjut dia, perlu adanya peningkatan kompetensi melalui pendidikan vokasi.
Page 124 of 144.

