Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 MARET 2020
P. 69
Title PKB AJAK MASYARAKAT TAK PERLU RIBUTKAN OMNIBUS LAW CIKA, INI ALASANNYA
Media Name jawapos.com
Pub. Date 29 Februari 2020
https://www.jawapos.com/nasional/politik/29/02/2020/pkb-ajak-masyaraka t-tak-
Page/URL
perlu-ributkan-omnibus-law-cika-ini-alasannya/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Keributan soal Omnibus Law membuat sering lupa bahwa jangkar pengaman
penyerapan tenaga kerja Indonesia bukanlah industri formal skala besar, apalagi
padat modal. Akan tetapi, jangkarnya adalah UMKM. Menyedihkan, tapi itu fakta
yang harus diterima. Demikian disampaikan Ketua DPP PKB bidang Ketenagakerjaan
dan Migran Dita Indah Sari. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Dita
menyatakan ada 116.978.631 orang tenaga kerja terserap di UMKM. Dari jumlah itu
89 persen ada di usaha mikro, yang pekerjanya kurang dari 4 orang per unit, dan
sifatnya jelas informal. Sementara usaha besar menyerap hanya 3 persen, atau
sekitar 3,6 juta orang saja.
"Kami tidak sedang mempertentangkan yang kecil dengan yang besar, raksasa
dengan liliput. Namun struktur ekonomi semacam ini memang lampu kuning," ujar
Dita dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (29/2).
Menurutnya, UMKM harus dihidupkan terus dari hulu ke hilir. Apalagi situasi
ekonomi global sedang mengalami perlambatan seperti ini.
"Industri padat karya skala besar belum tentu segera mau tanam modal. Jadi untuk
sementara, yang ada ya kita ramut baik-baik. Ya UMKM itu," tukasnya.
Dita melihat, pemerintah memang sudah melakukan banyak upaya untuk
mendongkrak UMKM. Subsidi bunga KUR 6 persen, keringanan pajak 5 persen,
akses pelatihan dan pemberdayaan di banyak kementerian, digitalisasi, dan lain-lain.
Namun bagi PKB kunci keberlanjutan usaha kecil adalah terintegrasinya mereka
dengan ekosistem industri yang lebih besar.
Dari sini, dia berpendapat, UMKM harus jadi bagian dari supply chain industri formal.
UMKM makanan, kerajinan, kesenian menjadi bagian terintegrasi dengan industri
pariwisata. UMKM pertanian menjadi bagian dari industri pengolahan makanan
minuman. Skemanya bisa public private partnership atau bantuan penuh pemerintah
dan bank.
"Jadi apa yang sudah dimiliki jangan disia-siakan. Bagaimana si kecil yang berjasa
ini bisa terus hidup dan berperan besar," ungkapnya.
Page 68 of 71.

