Page 208 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 208
Title MAYORITAS PENGUSAHA HOTEL TAK SANGGUP BAYAR THR KARYAWAN
Media Name merdeka.com
Pub. Date 11 Mei 2020
https://www.merdeka.com/uang/mayoritas-pengusaha-hotel-tak-sanggup-bay ar-thr-
Page/URL
karyawan.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Merdeka.com - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),
Hariyadi Sukamdani menyebut mayoritas pengusaha hotel sudah tidak mampu
membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) karyawannya. Dia memperkirakan,
sekitar 50 persen pengusaha perhotelan akan melakukan penundaan pembayaran
THR hingga akhir tahun.
"Itu yang kondisinya 'kering'. Sebagian yang punya uang, mungkin cuma memberi
10 persen, 20 persen, jumlahnya tidak besar, sesuai cashflow mereka," katanya
dikutip dari Antara di Jakarta , Senin (11/5).
Menurut Hariyadi, ketidakmampuan membayar THR kepada karyawan untuk
Lebaran kali ini lantaran dana (cashflow) perusahaan yang tidak berputar karena
operasional yang terganggu mewabahnya Covid-19.
Padahal, mampu atau tidaknya perusahaan membayarkan THR tergantung dana
yang dimiliki di tengah kondisi aliran dana yang tersendat seperti saat ini.
"Kembali lagi ke masalah cashflow perusahaan, kalau punya dana, mereka pasti bisa
bayarkan walaupun tidak penuh. Kalau sama sekali kering (dananya), itu mau tidak
mau mereka minta tunda," katanya.
Hariyadi mengatakan situasi yang berat seperti saat ini cukup menekan dunia
usaha. Namun, dia mengaku pengusaha sudah tidak bisa berkutik jika kondisi
keuangan mengalami kesulitan.
"Memang kondisi begini sudah tidak bisa dipaksa apapun itu. Mau didemo, atau
pemerintah mencabut izin usaha, sudah tidak ada gunanya karena yang penting
cashflow," katanya.
Surat Edaran Menaker Sebelumnya, keluar Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) Ida Fauziyah bernomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan
Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan dalam Masa
Page 207 of 243.

