Page 183 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 183
Title KEMNAKER MASIH SELIDIKI KASUS DILARUNGNYA JENAZAH ABK INDONESIA
Media Name krjogja.com
Pub. Date 07 Mei 2020
https://www.krjogja.com/peristiwa/nasional/kemnaker-masih-selidiki-kas us-dilarungnya-
Page/URL
jenazah-abk-indonesia/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan masih melakukan pemeriksaan dan
pendalaman terhadap kasus jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang
dilarung ke laut oleh sebuah kapal asal Tiongkok.
"Kita juga terus melakukan koordinasi dengan Kemlu, KKP, dan KemHub mengingat
kejadian ini terjadi di luar negeri," kata Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Aris
Wahyudi melalui saran pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada hari Kamis
(7/5/2020).
Ia menjelaskan, Kemnaker akan fokus melakukan investigasi pada aspek-aspek
ketenagakerjaan yaitu pelanggaran hubungan kerja, dan pelanggaran norma
ketenagakerjaan, khususnya pelindungan pekerja migran Indonesia. Jenis-jenis
pelanggaran yang akan diselidiki antara lain perizinan ketenagakerjaan.
Selain itu, kata Aris, syarat kerja dan izin hubungan kerja, terjadinya kerja paksa
dan kekerasan di tempat kerja, trafficking, potensi mempekerjakan pekerja anak,
hingga sarana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Kita tegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak akan mentolelir apabila
terdapat penyimpangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan baik terkait proses
penempatan maupun pemenuhan hak pekerja. Kita akan melakukan tindakan tegas
sesuai ketentuan yang berlaku," kata Aris.
Sebagai informasi tambahan bahwa pemberian ijin penempatan bagi perusahaan
untuk ABK selama ini tidak sepenuhnya berada di Kemnaker (melalui SIP3MI/Surat
Ijin Perusahaan Penempatan PMI), mengingat Kementerian Perhubungan (Cq.
Ditjen Hubla) juga mengeluarkan SIUPPAK (Surat Ijin Usaha Perekrutan dan
Penempatan Awak Kapal) bagi agen penempatan yang biasa disebut maning agent.
"Untuk itu kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami akan
memastikan aspek ketenagakerjaan dan hak-hak pekerja terpenuhi dan kasus ini
segera dapat diatasi dengan baik," tegas Aris. (Ful).
Page 182 of 276.

